Tiongkok Serukan Aksi Internasional Akhiri Konflik Israel-Palestina

  • 13 Agt 2026 15:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Perwakilan Tetap Tiongkok untuk PBB, Fu Cong, menyerukan komunitas internasional untuk mengambil tindakan konkret dalam mengakhiri konflik dan kekerasan Israel-Palestina.

RRI.CO.ID, New York — Tiongkok menyerukan masyarakat internasional agar bertindak guna mengakhiri konflik Israel dan Palestina. Demikian disampaikan utusan negara tersebut pada pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Selasa, 11 Agustus 2026.

Perwakilan Tetap Tiongkok untuk PBB, Fu Cong, mengatakan Beijing sangat prihatin terhadap eskalasi terbaru di wilayah Palestina yang diduduki. Seperti dilansir oleh Xinhua, Tiongkok juga menyoroti meningkatnya jumlah korban sipil akibat kekerasan yang terus berlangsung.

Menurut Fu, persoalan Palestina tidak boleh diabaikan di tengah meningkatnya ketegangan regional. Dia meminta masyarakat internasional segera bertindak untuk mengakhiri konflik, menyelamatkan warga sipil, serta menegakkan keadilan dan hukum internasional.

Fu menambahkan situasi di Tepi Barat dan Gaza telah memburuk secara signifikan dan semakin menambah penderitaan rakyat Palestina. “Salah satu penyebab utamanya adalah tidak dihormatinya prinsip-prinsip dasar hukum internasional,” ujarnya.

Fu menambahkan hak rakyat Palestina untuk bertahan hidup dan berkembang telah lama diabaikan. Pemerintahan di Beijing menegaskan kehidupan rakyat Palestina sama berharganya dengan masyarakat dari bangsa lain.

Karena itu, Fu meminta masyarakat internasional memastikan hak-hak sah rakyat Palestina tetap terlindungi. Situasi di Tepi Barat, lanjut dia, juga disebut semakin mengkhawatirkan.

Fu menuduh Israel terus memperluas permukiman, melakukan penangkapan massal, merusak situs keagamaan, serta memblokade kamp-kamp pengungsi. Dia juga menyoroti meningkatnya kekerasan yang dilakukan para pemukim.

Tiongkok meminta Israel menghentikan pembangunan permukiman, menekan kekerasan oleh para pemukim, dan memastikan adanya pertanggungjawaban. Fu mengatakan Israel masih melanjutkan operasi militer di Gaza meskipun ada pengumuman mengenai kemajuan menuju tahap kedua gencatan senjata.

Menurut dia, gencatan senjata permanen belum tercapai meskipun telah disepakati lebih dari 300 hari sebelumnya. Tiongkok menilai kondisi tersebut menunjukkan kurangnya kemauan politik untuk melaksanakan kesepakatan secara penuh.

Tiongkok meminta Israel dan seluruh pihak terkait melaksanakan perjanjian gencatan senjata Gaza secara penuh dan dengan itikad baik. Beijing juga mendesak Israel mencabut pembatasan terhadap masuknya bantuan kemanusiaan.

Fu meminta negara-negara yang memiliki pengaruh terhadap pihak-pihak yang terlibat untuk mengambil tindakan konkret guna membantu meredakan ketegangan. Menurut dia, upaya tersebut diperlukan untuk menciptakan kondisi yang mendukung perdamaian.

Tiongkok juga mendesak Israel mengakhiri pendudukan atas wilayah Palestina dan berhenti merusak struktur pemerintahan Otoritas Palestina. Masyarakat internasional diminta menghormati kehendak rakyat Palestina dan mendorong pembangunan kembali Gaza.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....