OPEC Pangkas Proyeksi Permintaan Minyak Global 2026

  • 13 Agt 2026 15:11 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • OPEC menurunkan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global untuk 2026 menjadi 600.000 barel per hari dari perkiraan sebelumnya.
  • Penurunan proyeksi ini mencerminkan revisi signifikan dibandingkan dengan laporan OPEC bulan Juli yang memprediksi pertumbuhan 800.000 barel per hari.
  • Penurunan perkiraan permintaan minyak menunjukkan kekhawatiran OPEC terhadap kondisi ekonomi global dan permintaan energi yang lebih lambat dari antisipasi.

RRI.CO.ID, Wina — Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) menurunkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak global untuk 2026. Permintaan minyak global diperkirakan tumbuh sebesar 600.000 barel per hari dibandingkan tahun sebelumnya, dilansir dari Xinhua, Kamis, 13 Agustus 2026.

Perkiraan tersebut lebih rendah dibandingkan proyeksi OPEC pada bulan sebelumnya. Dalam laporan Juli, OPEC memperkirakan pertumbuhan permintaan minyak global mencapai 800.000 barel per hari pada 2026.

OPEC menyampaikan revisi tersebut melalui laporan bulanan pasar minyak terbarunya. Salah satu faktor utama penurunan proyeksi adalah melemahnya permintaan dari pasar Asia.

Tiongkok diperkirakan mengalami pertumbuhan permintaan minyak yang lebih rendah pada 2026. India dan negara-negara Asia lainnya juga diperkirakan mencatat pertumbuhan permintaan yang lebih lemah.

Sementara itu, kawasan Asia Pasifik diperkirakan mengalami penurunan permintaan minyak yang lebih tajam tahun ini. Perubahan tersebut menjadi salah satu alasan utama OPEC memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global.

Meski memangkas perkiraan untuk 2026, OPEC justru menaikkan proyeksi permintaan minyak untuk 2027. Permintaan minyak global pada 2027 diperkirakan meningkat sekitar 2,2 juta barel per hari.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan perkiraan sebelumnya sebesar 1,9 juta barel per hari. Revisi kenaikan tersebut terutama didorong oleh prospek permintaan yang lebih kuat di pasar Asia.

Tiongkok diperkirakan mengalami pertumbuhan permintaan minyak yang lebih besar pada 2027. India, wilayah Asia lainnya, dan kawasan Asia Pasifik juga diproyeksikan mencatat pertumbuhan permintaan yang lebih tinggi dibandingkan 2026.

OPEC melihat prospek pasar minyak Asia menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan permintaan global. Pertumbuhan permintaan di kawasan tersebut diperkirakan akan lebih kuat pada 2027 setelah mengalami pelemahan pada tahun sebelumnya.

Eropa juga diperkirakan mengalami pertumbuhan permintaan minyak yang lebih besar pada 2027. Dengan demikian, peningkatan permintaan global tidak hanya berasal dari kawasan Asia.

Perubahan proyeksi tersebut mencerminkan perbedaan kondisi permintaan minyak antara 2026 dan 2027. Meskipun pertumbuhan pada 2026 diperkirakan lebih rendah dari proyeksi sebelumnya, OPEC tetap memperkirakan permintaan minyak global akan meningkat.

OPEC kemudian melihat prospek pertumbuhan yang lebih kuat pada 2027. Perkembangan permintaan di Asia dan Eropa akan menjadi faktor penting dalam pertumbuhan pasar minyak global ke depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....