Pengiriman Selat Hormuz Pulih, Pasokan Minyak Global Meningkat
- 11 Jul 2026 15:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pasokan minyak global meningkat tajam pada Juni 2026 karena pulihnya sebagian pengiriman minyak melalui Selat Hormuz yang mendorong kenaikan produksi di kawasan Teluk.
- Produksi minyak global masih di bawah tingkat sebelum perang, dengan produksi global sekitar 9,4 juta barel per hari dan produksi regional sekitar 11,4 juta barel per hari lebih rendah dibandingkan sebelum konflik AS-Israel-Iran.
- IEA menaikkan proyeksi pasokan minyak 2026 menjadi rata-rata 102,6 juta barel per hari, tetapi tetap memperingatkan bahwa risiko geopolitik di Selat Hormuz masih membayangi pasar minyak global.
RRI.CO.ID, Paris — Badan Energi Internasional (IEA) melaporkan pasokan minyak global mencatat kenaikan bulanan terbesar dalam beberapa bulan terakhir pada Juni 2026. Peningkatan tersebut didorong oleh pulihnya sebagian pengiriman minyak melalui Selat Hormuz yang mengangkat produksi di kawasan Teluk.
Meskipun terjadi pemulihan tajam, produksi minyak global masih berada sekitar 9,4 juta barel per hari. Jumlah produksi tersebut di bawah tingkat sebelum perang AS-Israel-Iran, dilansir dari Anadolu, Sabtu, 11 Juli 2026.
IEA melaporkan, gangguan keamanan yang masih berlangsung terus membatasi pemulihan penuh produksi minyak di kawasan tersebut. IEA mencatat pasokan minyak dari produsen kawasan Teluk meningkat sekitar 3,5 juta barel per hari selama Juni.
Hal tersebut dilaporkan dalam laporan Oil Market Report terbaru IEA. Kenaikan ini terjadi setelah produksi pulih sebagian pasca kesepakatan kerangka kerja antara Amerika Serikat dan Iran.
Namun, gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz masih terjadi secara berkala akibat kekhawatiran keamanan. Ketergantungan pada pengawalan angkatan laut AS juga masih memengaruhi kelancaran arus minyak.
Akibatnya, produksi regional tetap sekitar 11,4 juta barel per hari di bawah tingkat sebelum perang. Produksi kelompok OPEC+ meningkat sekitar 2,45 juta barel per hari pada Juni menjadi 38,39 juta barel per hari.
Arab Saudi menyumbang sekitar 900.000 barel per hari dari kenaikan tersebut, sementara Kuwait menyumbang sekitar 630.000 barel per hari. Di luar OPEC+, produksi negara-negara non-OPEC+ meningkat sekitar 1,63 juta barel per hari menjadi 60,37 juta barel per hari.
Uni Emirat Arab menjadi kontributor terbesar dengan menyumbang sekitar 940.000 barel per hari. IEA juga merevisi naik proyeksi pasokan minyak global untuk tahun 2026 menjadi rata-rata 102,6 juta barel per hari.
Badan tersebut memperingatkan bahwa risiko signifikan masih tetap ada. Hal itu disebabkan oleh negosiasi mengenai masa depan administrasi Selat Hormuz serta serangan di kawasan yang belum sepenuhnya berhenti.
Faktor geopolitik ini dinilai terus membayangi prospek pasar minyak global. IEA memperkirakan produksi minyak global akan pulih sekitar 7,5 juta barel per hari menjadi 110,1 juta barel untuk 2027.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....