Iran dan Oman Lanjutkan Pembahasan Jalur Aman di Selat Hormuz
- 11 Agt 2026 14:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Iran dan Oman melanjutkan negosiasi mengenai jalur pelayaran aman di Selat Hormuz dengan progress yang berjalan lancar dan konstruktif.
- Kedua negara telah mencapai kesepahaman tentang jalur navigasi yang akan digunakan kapal-kapal untuk melintasi Selat Hormuz.
- Beberapa persoalan teknis masih dalam tahap pembahasan sebelum kedua negara menerbitkan pernyataan bersama tentang kesepakatan ini.
RRI.CO.ID, Teheran — Iran dan Oman masih melanjutkan pembahasan mengenai jalur pelayaran aman melalui Selat Hormuz. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan negosiasi kedua negara berjalan lancar dan konstruktif.
Iran dan Oman telah mencapai kesepahaman mengenai jalur navigasi yang akan digunakan kapal. Namun, sejumlah persoalan teknis masih dibahas sebelum pernyataan bersama diterbitkan, dilansir dari kantor berita IRNA, Selasa, 11 Agustus 2026.
Salah satu isu yang belum dibahas adalah kemungkinan penerapan biaya transit bagi kapal yang menggunakan jalur tersebut. Baghaei mengatakan pembagian biaya transit antara Iran dan Oman juga belum menjadi bagian dari pembahasan saat ini.
Pengaturan yang sedang dirancang akan mencakup mekanisme untuk memantau perjalanan kapal secara aman melalui Selat Hormuz. Kedua negara juga akan bekerja sama dalam bidang lingkungan, layanan maritim, dan pemberantasan kejahatan.
Baghaei mengatakan penyediaan layanan maritim secara wajar akan disertai dengan kompensasi. Ia menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak ditutup akibat perselisihan antara Iran dan Oman.
Menurutnya, penutupan selat berkaitan dengan agresi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Ia juga menuduh penggunaan pangkalan militer di sepanjang pesisir selatan Teluk Persia sebagai bagian dari serangan terhadap Iran.
Oleh karena itu, Iran menilai penentuan jalur pelayaran antara Iran dan Oman merupakan persoalan bilateral. Meski demikian, Baghaei mengakui bahwa kesepakatan tersebut akan berdampak terhadap aktivitas pelayaran internasional.
Ia mengatakan negosiasi secara khusus bertujuan menghasilkan jalur aman bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz. Iran menyatakan pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada perubahan kondisi yang diberlakukan terhadap Iran dan kawasan tersebut.
Baghaei menegaskan bahwa Iran masih berada dalam kondisi perang. Ia menilai blokade maritim Amerika Serikat membuat Selat Hormuz belum dapat dianggap sebagai jalur perairan yang aman.
Baghaei juga merujuk pada Resolusi Majelis Umum PBB 3314 mengenai definisi agresi. Menurutnya, blokade maritim seperti yang dilakukan Amerika Serikat dapat dianggap sebagai tindakan agresi berdasarkan resolusi tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....