Iran Usulkan Biaya Layanan Maritim di Selat Hormuz
- 11 Agt 2026 16:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Iran menyatakan biaya perlu dikenakan untuk layanan maritim di Selat Hormuz sebagai kompensasi bagi penyedia layanan.
- Pernyataan tersebut disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei dalam konferensi pers mingguan pada 10 Agustus 2026.
- Biaya layanan maritim menjadi bagian integral dari pembahasan mengenai rute baru yang akan diterapkan di Selat Hormuz.
RRI.CO.ID, Teheran — Iran menyatakan biaya perlu dikenakan untuk layanan maritim yang diberikan di Selat Hormuz. Pernyataan tersebut disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei dalam konferensi pers mingguan pada Senin, 10 Agustus 2026.
Baghaei menjelaskan bahwa biaya layanan maritim menjadi bagian dari pembahasan terkait rute baru di Selat Hormuz. Menurutnya, penyedia layanan maritim berhak menerima kompensasi atas layanan yang diberikan, dilansir dari China Daily.
Namun, ia mengatakan rincian mengenai biaya tersebut belum dibahas pada tahap ini. Perundingan antara Iran dan Oman terkait rute baru masih berlangsung dan disebut berjalan lancar serta konstruktif.
Kedua negara masih membahas sejumlah poin teknis, termasuk mekanisme untuk memastikan keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Mereka juga membahas persoalan lingkungan, penyediaan layanan maritim, serta upaya memerangi kejahatan di kawasan tersebut.
Dalam kemungkinan kesepakatan baru, rute utara dan selatan yang saat ini digunakan di Selat Hormuz akan digantikan oleh rute tengah. Rute tersebut akan digunakan sementara hingga Iran dan Oman menyepakati skema pemisahan lalu lintas baru.
Baghaei mengatakan penutupan Selat Hormuz berkaitan dengan serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Ia menegaskan pembukaan kembali selat bergantung pada dihapuskannya kondisi yang diberlakukan terhadap Iran.
Iran juga kembali menegaskan bahwa pihaknya tidak melakukan perundingan langsung dengan Amerika Serikat. Meski demikian, kedua negara masih bertukar pesan melalui mediator.
Iran memperketat kendalinya atas Selat Hormuz pada 28 Februari setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran. Situasi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan pelayaran di jalur strategis yang penting bagi perdagangan energi internasional.
Sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat menandatangani nota kesepahaman pada 18 Juni mengenai upaya mengakhiri perang. Berdasarkan kesepakatan tersebut, kedua negara dijadwalkan menggelar perundingan dalam waktu 60 hari untuk mencapai kesepakatan akhir.
Namun, masa depan proses perundingan menjadi tidak pasti setelah ketegangan Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat pada bulan sebelumnya. Perkembangan perundingan Iran-Oman mengenai rute pelayaran baru di Selat Hormuz menjadi upaya untuk menjaga keamanan lalu lintas maritim.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....