AS dan Iran Sepakat Perpanjang Gencatan Senjata selama 60 Hari

  • 13 Agt 2026 14:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Amerika Serikat dan Iran telah menyetujui perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari sebelum batas waktu berakhir pada 17 Agustus 2026.
  • Kedua negara telah menyampaikan persetujuan perpanjangan kepada para mediator internasional yang memfasilitasi negosiasi.

RRI.CO.ID, Washington — Amerika Serikat (AS) dan Iran sepakat memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari menjelang berakhirnya batas waktu 17 Agustus 2026. Informasi tersebut disampaikan umber pemerintah Pakistan kepada Anadolu, Rabu, 12 Agustus 2026.

Kedua pihak telah menyampaikan persetujuan kepada para mediator untuk memperpanjang gencatan senjata. Namun, AS dan Iran belum menentukan durasi perpanjangan secara pasti dan masih bertukar pesan untuk membahas periode tersebut.

Gencatan senjata sebelumnya disepakati melalui mediasi Pakistan pada April 2026. Kesepakatan tersebut kemudian dituangkan dalam Nota Kesepahaman Islamabad yang ditandatangani kedua negara pada 17 Juni 2026

Nota tersebut menjadi dasar bagi Washington dan Teheran untuk memulai perundingan menuju kesepakatan final. Namun, proses perundingan kemudian mengalami kebuntuan akibat perbedaan pandangan terkait sejumlah persoalan penting.

Salah satu persoalan utama adalah jaminan keamanan. Keduanya masih berselisih mengenai kebebasan navigasi di Selat Hormuz, salah satu jalur strategis bagi pasokan energi dan perdagangan global.

Ketegangan AS dan Iran sebelumnya kembali meningkat dengan saling melancarkan serangan militer antara 8 dan 24 Juli 2026. Washington melancarkan serangan terhadap sejumlah target opeerasi di wilayah Iran.

Teheran kemudian merespons dengan menyerang sejumlah sasaran yang disebutnya sebagai fasilitas dan peralatan militer AS di sejumlah negara Arab. Rangkaian serangan tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah.

Situasi itu juga berpotensi mengganggu jalur perdagangan dan pasokan energi global karena Selat Hormuz merupakan jalur penting perdagangan internasional. Perpanjangan gencatan senjata dinilai penting untuk mencegah kembali pecahnya konflik terbuka antara Washington dan Teheran.

Pakistan juga terus berperan sebagai mediator dalam upaya mempertahankan kesepakatan kedua negara. Para mediator kini menunggu AS dan Iran menyepakati durasi perpanjangan, karena keduanya masih berkomunikasi untuk menyelesaikan perbedaan.

Kesepakatan perpanjangan diharapkan memberikan ruang bagi kelanjutan perundingan menuju kesepakatan final. Meski begitu, AS dan Iran masih menghadapi sejumlah persoalan penting yang harus diselesaikan sebelum mencapai kesepakatan permanen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....