Indonesia-Iran Perkuat Diplomasi Kebudayaan lewat Kolaborasi Produksi Film

  • 12 Agt 2026 00:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kedua negara akan memperluas kerja sama setelah Cultural Exchange Programme 2023-2026 berakhir, mencakup film, sastra, museum, pendidikan, dan warisan budaya.
  • Indonesia dan Iran menjajaki produksi film bersama, pertukaran sineas, partisipasi di Tehran International Book Fair, serta penerjemahan karya sastra.
  • Indonesia dan Iran membuka peluang kolaborasi warisan budaya, termasuk nominasi multinasional dan program budaya untuk generasi muda.

RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia dan Iran bersiap memperluas kerja sama kebudayaan setelah Cultural Exchange Programme 2023-2026 berakhir. Perfilman, sastra, museum, pendidikan, dan warisan budaya menjadi sejumlah bidang yang akan didorong.

Rencana itu dibahas Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama Wakil Menteri Kebudayaan Iran Mohsen Javadi di sela XI BRICS. Pertemuan berlangsung dalam Culture Ministers’ Meeting di Bhopal, Madhya Pradesh, India, pada Sabtu, 8 Agustus 2026 lalu.

"Indonesia dan Iran memiliki hubungan yang telah terjalin lama, khususnya di bidang kebudayaan. Kita perlu memperbarui dan memperkuat hubungan tersebut melalui kerja sama yang semakin konkret," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Selasa, 11 Agustus 2026.

Kedua pihak sepakat menyiapkan program pertukaran budaya baru setelah kerja sama periode 2023-2026 berakhir. Cakupannya meliputi warisan budaya, museum, sastra dan penerjemahan, perfilman, industri kreatif, pendidikan, serta pertukaran antarlembaga dan pelaku budaya.

Perfilman menjadi salah satu prioritas kerja sama, dengan mendorong produksi bersama dan pertukaran sineas kedua negara. la juga menyinggung adaptasi film Iran 'Children of Heaven' di Indonesia sebagai contoh hubungan kreatif kedua negara.

"Ke depan, kita dapat mengeksplorasi lebih banyak peluang produksi bersama. Terutama antara sineas kedua negara," ujarnya.

Di bidang sastra, Iran mengundang Indonesia mengikuti Tehran International Book Fair. Iran juga menawarkan program penerjemahan karya sastra Persia dan karya internasional ke dalam bahasa Persia.

Indonesia menyambut tawaran tersebut dan menjajaki partisipasi pada penyelenggaraan berikutnya. Kedua negara juga membahas pekan budaya dan wisata budaya.

Kerja sama dalam kerangka UNESCO ikut masuk agenda. Ia mendorong kolaborasi setelah Indonesia terpilih sebagai anggota Intergovernmental Committee for the Safeguarding of Intangible Cultural Heritage 2026-2030.

Indonesia juga kembali menyampaikan keinginan ikut dalam perluasan nominasi multinasional Tradition of Iftar. Serta menjajaki nominasi bersama lainnya.

Wakil Menteri Kebudayaan Iran, Mohsen Javadi menyambut rencana pembaruan kerja sama tersebut. Menurutnya, berakhirnya Cultural Exchange Programme 2023-2026 dapat digunakan untuk memperluas program budaya Indonesia-Iran.

"Hubungan budaya kedua negara perlu lebih banyak diperkenalkan kepada generasi muda. Khususnya melalui film, sastra, musik, pendidikan, dan wisata budaya," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....