Kongres Kebudayaan Nusantara 2026 Siap Himpun Ribuan Peserta

  • 30 Jul 2026 17:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kongres Kebudayaan Nusantara 2026 akan digelar pada 8 Agustus di Malang dengan melibatkan hampir 2.000 peserta dari berbagai unsur kebudayaan.
  • HPK mengundang 62 perguruan tinggi, masyarakat adat, penghayat kepercayaan, pelaku seni, hingga generasi muda untuk merumuskan arah pemajuan kebudayaan nasional.
  • Kongres diharapkan menghidupkan kembali semangat Kongres Kebudayaan 1918 sekaligus memperkuat nilai spiritual, budi, dan persatuan dalam pembangunan kebudayaan Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Himpunan Penghayat Kepercayaan (HPK) terhadap Tuhan Yang Maha Esa terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Kongres Kebudayaan Nusantara 2026. Forum tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 8 Agustus 2026, di Pendopo Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Kongres Kebudayaan Nusantara 2026 akan mempertemukan beragam unsur kebudayaan untuk merumuskan arah pemajuan budaya Indonesia secara berkelanjutan bersama. Panitia menyebut antusiasme peserta terus meningkat hingga mendekati dua ribu orang dari berbagai latar belakang kebudayaan di Indonesia.

Sekretaris Jenderal Pusat HPK terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Agung Rizkhi Zaifudhin, mengatakan persiapan teknis telah dilakukan secara menyeluruh. Menurutnya, panitia mengundang berbagai elemen kebudayaan agar forum berlangsung inklusif dan mampu melahirkan gagasan bagi kemajuan bangsa.

"Kami mengundang seluruh entitas kebudayaan, mulai penghayat kepercayaan, masyarakat adat, pelaku seni tradisi, hingga sivitas akademika perguruan tinggi. Sampai saat ini jumlah peserta telah mendekati dua ribu orang dan akan berkumpul di Pendopo Kabupaten Malang mendatang," katanya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Kamis, 30 Juli 2026.

Ia menambahkan kongres tersebut melibatkan sedikitnya enam puluh dua perguruan tinggi dari berbagai wilayah Indonesia sebagai peserta aktif. Kehadiran kalangan akademisi diharapkan memperkuat kajian ilmiah sekaligus memperkaya rekomendasi yang dihasilkan selama pelaksanaan kongres mendatang.

Ia juga mengingatkan Kongres Kebudayaan Nusantara memiliki jejak sejarah panjang dalam perjalanan pembangunan identitas bangsa Indonesia sejak dahulu. Menurutnya, Kongres Kebudayaan pertama pada 1918 menjadi ruang dialog yang mempertemukan tokoh kebudayaan untuk merumuskan arah bangsa bersama.

"Kongres Kebudayaan pertama tahun 1918 mempertemukan banyak tokoh bangsa untuk mendiskusikan arah kebudayaan Indonesia pada masa mendatang bersama. Semangat itulah yang ingin kami hidupkan kembali melalui Kongres Kebudayaan Nusantara sebagai ruang dialog kebangsaan yang inklusif sekarang," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pusat HPK terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Hadi Prajoko, menilai kongres menjadi kelanjutan gagasan para pendiri bangsa. Ia mengatakan forum tersebut tidak hanya membahas kebudayaan, tetapi menghidupkan kembali nilai spiritual yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa.

Menurutnya, para pendiri bangsa sejak awal telah meletakkan cita-cita kemerdekaan yang melampaui aspek politik maupun pemerintahan semata bersama. Nilai spiritual, budi, dan rasa dinilai menjadi bagian penting yang perlu terus diperkuat melalui pembangunan kebudayaan nasional berkelanjutan.

"Kami melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa yang meletakkan kemerdekaan bukan hanya sebagai tujuan politik semata bagi Indonesia. Terdapat misi spiritual, budi, dan rasa yang perlu terus dihidupkan dalam kehidupan berbangsa sesuai amanat konstitusi bersama," ucapnya.

Ia berharap Kongres Kebudayaan Nusantara 2026 melahirkan rekomendasi strategis yang memperkuat kebijakan pemajuan kebudayaan Indonesia. Forum tersebut juga diharapkan menjadi ruang kolaborasi lintas generasi dalam menjaga identitas nasional sekaligus memperkuat persatuan bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....