Pasokan Bantuan Gaza Naik 33 Persen, Pembatasan Berlanjut

  • 08 Agt 2026 14:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pasokan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza meningkat 33 persen pada Juli 2026 dibandingkan dengan bulan sebelumnya menurut laporan PBB.
  • Lebih dari 55.000 palet bantuan atau setara dengan 35.000 metrik ton berhasil dibawa ke Gaza pada Juli melalui 2.600 truk pengangkut.
  • PBB memperingatkan bahwa pembatasan terhadap jenis bantuan yang dapat masuk ke Gaza masih berlaku meskipun ada peningkatan volume.

RRI.CO.ID, Gaza — PBB melaporkan bahwa pasokan bantuan kemanusiaan yang masuk ke Jalur Gaza meningkat 33 persen pada Juli dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, PBB memperingatkan pembatasan terhadap jenis bantuan yang dapat masuk masih berlaku, sementara kebutuhan di Gaza tetap besar.

Data yang dikumpulkan melalui Mekanisme PBB 2720 menunjukkan lebih dari 55.000 palet bantuan berhasil dibawa ke Gaza selama Juli. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 35.000 metrik ton bantuan atau 2.600 truk pengangkut, dilansir dari Anadolu, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Peningkatan tersebut membuat volume bantuan yang masuk ke Gaza mendekati tingkat yang tercatat sebelum eskalasi regional dimulai pada akhir Februari. Sekitar 60 persen dari pasokan tersebut berupa makanan.

Sementara itu, bantuan lainnya mencakup perlengkapan tempat tinggal, air, sanitasi, kebersihan, dan kebutuhan kesehatan. Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq mengatakan peningkatan arus bantuan merupakan perkembangan positif.

Namun, mitra kemanusiaan PBB masih memperingatkan bahwa pembatasan terhadap jenis pasokan yang boleh masuk ke Gaza masih berlaku. Kondisi tersebut menjadi hambatan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.

PBB menegaskan bahwa kebutuhan kemanusiaan di Gaza masih sangat besar. Oleh karena itu, peningkatan jumlah bantuan belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan akses terhadap kebutuhan dasar bagi warga di wilayah tersebut.

Selain kondisi di Gaza, PBB juga menyoroti situasi kemanusiaan di Tepi Barat yang diduduki. Tim PBB dan mitra kemanusiaan mengunjungi Kamp Qalandiya di Yerusalem setelah operasi militer Israel selama dua hari.

Dalam kunjungan tersebut, tim PBB menemukan kerusakan luas pada rumah dan tempat usaha warga. Puluhan keluarga melaporkan kerusakan pada pintu, jendela, dan perabotan rumah setelah pasukan Israel berada di dalam rumah mereka.

Banyak keluarga juga melaporkan mengalami kerugian finansial yang signifikan akibat kerusakan tersebut. PBB menilai kondisi tersebut semakin memperburuk beban kemanusiaan yang dihadapi masyarakat Palestina.

PBB terus menyoroti perlunya akses bantuan kemanusiaan yang lebih luas ke Gaza dan wilayah Palestina lainnya. Meski peningkatan pasokan pada Juli menjadi perkembangan positif, pembatasan yang masih berlaku menunjukkan kebutuhan kemanusiaan masyarakat Palestina belum terpenuhi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....