Mesir Desak Israel Tarik Pasukan Penuh dari Gaza
- 11 Agt 2026 15:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty mendesak pelaksanaan penuh peta jalan Gaza termasuk penarikan seluruh pasukan Israel dari wilayah tersebut.
- Abdelatty menekankan perlunya penyaluran bantuan kemanusiaan secara penuh, aman, dan berkelanjutan kepada penduduk Gaza.
- Pembicaraan telepon antara Mesir dan perwakilan tinggi Board of Peace untuk Gaza membahas penerapan rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengatasi krisis Gaza.
RRI.CO.ID, Kairo — Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty mendesak pelaksanaan penuh peta jalan Gaza, termasuk penarikan seluruh pasukan Israel dari Jalur Gaza. Ia menyampaikan hal tersebut dalam pembicaraan telepon dengan Nikolay Mladenov, perwakilan tinggi Board of Peace untuk Gaza.
Keduanya membahas perkembangan situasi di Gaza dan upaya menerapkan rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Abdelatty menekankan perlunya penyaluran bantuan kemanusiaan secara penuh, aman, dan berkelanjutan, dilansir dari Anadolu, Selasa, 11 Agustus 2026.
Ia mengatakan penarikan pasukan Israel juga menjadi bagian penting dari pelaksanaan peta jalan tersebut. Menurutnya, kedua langkah itu dapat membuka jalan menuju fase kedua rencana Gaza sekaligus mendukung pemulihan awal dan rekonstruksi wilayah tersebut.
Abdelatty juga menyerukan agar Komite Nasional untuk Administrasi Gaza segera menjalankan tugas sementaranya dari dalam wilayah Gaza. Ia menekankan pentingnya persiapan pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional untuk memantau pelaksanaan gencatan senjata.
Pasukan tersebut juga diharapkan mendukung keamanan selama masa transisi dan diharapkan menjaga kesatuan wilayah Palestina. Menurut Abdelatty, proses tersebut harus memungkinkan Otoritas Palestina mengambil alih tanggung jawab penuh di Gaza dan Tepi Barat.
Ia meminta seluruh pihak memenuhi kewajiban masing-masing sesuai kesepakatan dan menghindari tindakan yang dapat menghambat pelaksanaan peta jalan. Ia memperingatkan bahwa tindakan semacam itu dapat mengganggu kemajuan yang telah dicapai.
Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak rencana Gaza 15 poin yang disetujui Board of Peace. Netanyahu menegaskan pasukan Israel tidak akan meninggalkan Gaza sebelum Hamas dilucuti.
Israel bersikeras bahwa pelucutan senjata Hamas harus dilakukan sebelum penarikan pasukan. Sementara itu, Hamas menerima peta jalan yang disetujui Board of Peace.
Peta jalan tersebut mengatur agar pelucutan senjata dan penarikan pasukan Israel dilakukan secara bertahap dan paralel. Rencana tersebut juga mengatur pengalihan administrasi Gaza kepada komite teknokrat Palestina.
Selain itu, Pasukan Stabilisasi Internasional akan dikerahkan untuk mendukung keamanan dan memantau gencatan senjata. Senjata di Gaza akan ditempatkan di bawah tanggung jawab Komite Nasional untuk Administrasi Gaza dengan pengawasan internasional.
Peta jalan tersebut juga mencakup penarikan pasukan Israel secara bertahap serta upaya pemulihan dan rekonstruksi Gaza. Perbedaan pandangan mengenai urutan pelucutan senjata Hamas dan penarikan pasukan Israel menjadi salah satu tantangan utama pelaksanaan rencana tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....