Kasus Flu Burung Meningkat, Australia Berlakukan Pengandangaan Unggas
- 08 Agt 2026 13:32 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Victoria menjadi wilayah pertama di Australia yang menerapkan aturan wajib mengandangkan unggas sebagai respons terhadap meningkatnya deteksi flu burung H5N1.
- Pemilik lebih dari 50 ekor burung diwajibkan menjaga unggas tetap berada di dalam kandang untuk mencegah penyebaran virus ke peternakan unggas.
- Kebijakan ini berlaku selama 14 hari dan merupakan perluasan dari aturan sukarela yang sebelumnya telah diterapkan di Victoria.
RRI.CO.ID, Melbourne — Negara Bagian Victoria, Australia, memberlakukan aturan wajib untuk mengandangkan unggas menyusul meningkatnya deteksi flu burung H5N1. Victoria menjadi wilayah pertama di Australia yang menerapkan kebijakan tersebut sebagai langkah untuk mencegah virus menyebar ke peternakan unggas.
Aturan tersebut mewajibkan pemilik lebih dari 50 ekor burung untuk menjaga unggas tetap berada di dalam kandang. Kebijakan itu pada awalnya akan berlaku selama 14 hari dan merupakan perluasan dari aturan sukarela yang sebelumnya telah diterapkan.
Menteri Pertanian Victoria Michaela Settle menyebut kebijakan tersebut sebagai langkah proaktif dan pencegahan. Ia mengatakan unggas ternak perlu dijauhkan dari satwa liar yang berpotensi terinfeksi virus, dilansir dari Anadolu, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Kepala Petugas Veteriner Victoria Graeme Cook mengatakan sejumlah deteksi baru ditemukan di Yambuk, Apollo Bay, dan Clyde. Temuan tersebut mendorong pemerintah memperkuat respons karena virus mulai terdeteksi di wilayah baru di negara bagian tersebut.
Kepala Petugas Veteriner Australia Beth Cookson mengatakan pengujian telah mengonfirmasi 20 deteksi positif tambahan di Victoria. Seluruh temuan tersebut melibatkan burung dara-laut jambul besar yang ditemukan di wilayah Portland dan Nelson.
Secara keseluruhan, Australia mencatat 175 deteksi flu burung H5 yang terkonfirmasi maupun diduga positif berdasarkan sampel yang telah diuji. Meski demikian, pihak berwenang mengatakan belum menemukan virus pada unggas ternak maupun dalam sistem produksi pertanian Australia.
Pemerintah juga menegaskan bahwa risiko penularan flu burung kepada manusia masih sangat rendah. Namun, meningkatnya kasus membuat pemerintah mengambil langkah pencegahan untuk membatasi kontak antara unggas ternak dan satwa liar.
Pemerintah Australia kini terus memantau perkembangan flu burung dan memperkuat langkah pencegahan. Kebijakan pengandangan unggas diharapkan dapat mencegah virus memasuki peternakan komersial dan melindungi sektor peternakan Australia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....