Australia Waspadai Lonjakan Flu Burung setelah Kematian Massal Burung Laut

  • 04 Agt 2026 16:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah Australia mengonfirmasi keberadaan flu burung H5N1 setelah sekitar 50 burung dara laut jambul besar ditemukan mati di pesisir selatan Adelaide.
  • Australia memperingatkan kemungkinan meningkatnya penyebaran H5N1 pada satwa liar karena burung dan hewan dapat bergerak bebas di alam.
  • Australia dan Selandia Baru meningkatkan keamanan hayati, melakukan pengujian terhadap burung pantai, vaksinasi spesies rentan, serta menyiapkan rencana respons wabah.

RRI.CO.ID, Adelaide — Pemerintah Australia memperingatkan bahwa virus flu burung H5N1 kemungkinan akan menyebar lebih luas. Peringatan tersebut disampaikan setelah kematian massal pertama pada burung laut, dilansir dari Al Jazeera, Selasa, 4 Agustus 2026.

Sekitar 50 ekor burung dara laut jambul besar ditemukan mati di pesisir selatan Adelaide akibat infeksi virus tersebut. Menteri Pertanian Australia Julie Collins mengatakan hasil pengujian telah mengonfirmasi keberadaan virus H5N1 pada kelompok burung yang ditemukan.

Burung-burung tersebut ditemukan di kawasan Cape Jaffa, sekitar 250 kilometer dari Adelaide. Sebanyak 49 burung ditemukan mati, sementara 35 lainnya dalam kondisi sakit setelah terdeteksi melalui pemantauan menggunakan helikopter.

Meski virus telah ditemukan pada satwa liar, pemerintah Australia menyatakan belum ada bukti bahwa H5N1 telah masuk ke peternakan. Sejumlah peternakan unggas telah memperketat langkah keamanan sejak virus pertama kali terdeteksi pada Juni untuk melindungi populasi unggas.

Collins mengatakan masyarakat Australia perlu bersiap menghadapi kemungkinan penyebaran virus yang lebih luas. Ia memperkirakan jumlah satwa liar yang terdampak dapat meningkat dalam waktu mendatang.

Menteri Lingkungan Australia Murray Watt juga menyampaikan, penyebaran virus sulit dihentikan sepenuhnya karena burung liar dan hewan lain bergerak bebas di alam. Menurutnya, kondisi tersebut dapat menyebabkan lebih banyak kejadian kematian massal pada satwa liar.

Australia dan Selandia Baru telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi ancaman H5N1. Langkah pencegahan yang dilakukan mencakup peningkatan keamanan hayati di peternakan serta pengujian terhadap burung pantai.

Pemerintah juga melakukan vaksinasi bagi spesies yang rentan dan menyusun rencana respons untuk menghadapi kemungkinan wabah. Dalam beberapa tahun terakhir, virus H5N1 telah menyebabkan kematian ratusan juta burung dan mamalia di berbagai negara.

Virus flu burung H5N1 diketahui dapat menginfeksi manusia yang melakukan kontak dengan hewan terjangkit. Namun, jumlah kasus pada manusia masih tergolong rendah dan otoritas kesehatan menyatakan risiko terhadap manusia saat ini masih kecil.

Pemerintah Australia tetap meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan virus tersebut. Penyebaran H5N1 menjadi perhatian karena dapat berdampak pada populasi satwa liar, industri peternakan, dan kesehatan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....