Australia Konfirmasi Kasus Flu Burung, Tetapkan Status Waspada
- 25 Jun 2026 15:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Australia melaporkan total tiga kasus flu burung H5 yang sangat patogen pada burung liar migran di wilayah selatan negara tersebut.
- Kasus terbaru ditemukan pada seekor giant petrel di Pantai Knights, Semenanjung Fleurieu, sementara beberapa burung lain yang diuji sebagian dinyatakan negatif.
- Dua kasus sebelumnya ditemukan di dekat Esperance, Australia Barat, melibatkan burung laut migran brown skua, sementara otoritas terus meningkatkan pengawasan untuk mencegah penyebaran lebih luas.
RRI.CO.ID, Canberra — Australia melaporkan kasus baru flu burung di wilayah selatan dengan total kasus yang terdeteksi berjumlah tiga. Kasus terbaru ini dilaporkan oleh media lokal pada Rabu, 24 Juni 2026.
Melansir dari Anadolu, kasus tersebut melibatkan virus flu burung H5 yang sangat patogen pada burung liar migran. Otoritas setempat meningkatkan pengawasan di sepanjang pesisir selatan karena adanya kekhawatiran penyebaran virus di wilayah tersebut.
Perdana Menteri Australia Selatan, Peter Malinauskas, menyatakan bahwa kasus terbaru ditemukan pada seekor giant petrel. Burung tersebut berada di Pantai Knights, Semenanjung Fleurieu.
Burung tersebut merupakan salah satu dari dua burung laut sakit yang dirawat kelompok penyelamat satwa liar pada 14 Juni. Setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium, satu burung dinyatakan positif terinfeksi virus H5, sementara satu lainnya negatif.
Dua burung sakit tambahan yang ditemukan di Fowlers Bay juga telah diuji dan hasilnya negatif. Penemuan terbaru ini menambah daftar kasus yang sebelumnya telah terkonfirmasi di dekat Esperance, Australia Barat.
Dua kasus tersebut melibatkan seekor burung laut migran jenis brown skua serta seekor burung lain yang ditemukan di pantai terpencil. Keduanya juga dinyatakan positif terinfeksi strain H5.
Otoritas Australia menegaskan bahwa penyebaran flu burung di kalangan satwa liar masih dalam pemantauan ketat. Sementara itu, langkah-langkah pengawasan terus diperkuat untuk mencegah potensi penyebaran lebih luas di wilayah selatan negara itu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....