Indonesia dan Australia Kembangkan Sistem Irigasi di Kawasan Cetak Sawah Dadahup

  • 29 Jul 2026 09:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia dan Australia memperkuat kerja sama pengembangan sistem irigasi di kawasan cetak sawah Dadahup, Kalimantan Tengah, untuk meningkatkan produktivitas lahan rawa.

RRI.CO.ID, Jakarta – Indonesia dan Australia memperkuat kerja sama pengembangan sistem irigasi di kawasan cetak sawah Dadahup, Kalimantan Tengah. Kolaborasi tersebut diharapkan meningkatkan produktivitas lahan rawa sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Hal ini ditegaskan pada pertemuan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dengan Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier. Pertemuan itu membahas tindak lanjut hasil kajian Australian Water Partnership (AWP) terhadap pengembangan kawasan Dadahup.

Menurut dia, hasil kajian tersebut memperkuat keyakinan pemerintah terhadap potensi lahan rawa di kawasan tersebut. “Ini sejalan dengan prioritas kami mempercepat Indeks Pertanaman 300 dan memperkuat ketahanan pangan,” katanya, Selasa 29 Juli 2026 di Jakarta.

Untuk mempercepat implementasi rekomendasi tersebut, pemerintah menyiapkan lima langkah strategis. Di antaranya pembentukan kelompok kerja teknis bersama, penyusunan peta jalan pengelolaan air, dan penguatan tata kelola berbasis petani.

Kemudian, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui teknologi digital, serta pengembangan Dadahup sebagai proyek percontohan Indonesia-Australia. Kerja sama ini merupakan tindak lanjut kunjungan tenaga ahli Australia ke kawasan cetak sawah Dadahup pada April 2026.

Kawasan tersebut menjadi salah satu fokus pemerintah dalam pengembangan lahan rawa produktif untuk meningkatkan produksi pangan nasional. “Kami berharap produktivitas kawasan Dadahup dapat ditingkatkan sekaligus menjadi contoh pengembangan pertanian rawa modern,” kata Dubes Rod Brazier.

Selain pengembangan Dadahup, kedua negara juga membahas penguatan kerja sama perdagangan sektor pertanian. Dalam hal ini, Mentan Amran meminta dukungan Australia untuk menjaga pasokan sapi hidup demi memenuhi kebutuhan nasional.

Indonesia dan Australia juga sepakat memperluas kerja sama di bidang investasi, riset, inovasi, pengembangan sumber daya manusia, serta pupuk. Kedua negara berharap proses perizinan impor semakin lancar sehingga perdagangan pertanian menjadi lebih efisien dan saling menguntungkan.

Menurut data, nilai perdagangan sektor pertanian Indonesia dan Australia pada 2025 mencapai sekitar USD3,2 miliar. Ekspor pertanian Indonesia ke Australia tercatat sekitar USD203 juta, sedangkan impor dari Australia mencapai sekitar USD3 miliar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....