Maroko Siap Pulangkan Anak-anak Migran dari Ceuta
- 07 Agt 2026 15:54 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah Maroko berkomitmen untuk mengidentifikasi anak-anak di bawah umur tanpa pendamping yang berada di Ceuta sebagai langkah awal repatriasi.
- Maroko siap menjalin kerja sama dengan Spanyol dan mitra Eropa lainnya untuk memulangkan anak-anak tersebut ke negara asal mereka.
- Pernyataan ini disampaikan oleh kantor berita pemerintah Maroko (MAP) pada Kamis, 6 Agustus 2026, menunjukkan komitmen formal dari pemerintah.
RRI.CO.ID, Rabat — Maroko siap bekerja sama dengan Spanyol dan mitra Eropa lainnya untuk memulangkan anak-anak di bawah umur tanpa pendamping dari Ceuta. Pernyataan tersebut disampaikan kantor berita pemerintah Maroko, MAP, pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Pemerintah Maroko berkomitmen mengidentifikasi anak-anak di bawah umur yang tidak didampingi orang dewasa. Langkah tersebut dilakukan sebagai tahap awal untuk memulangkan mereka ke negara asal, dilansir dari Reuters.
Komitmen tersebut diberikan berdasarkan arahan kerajaan kepada Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Luar Negeri Maroko. MAP menyampaikan informasi tersebut dengan mengutip seorang sumber diplomatik.
Otoritas Spanyol menyebut sekitar 72.000 migran menyeberang ke Ceuta selama gelombang masuk besar-besaran pekan lalu. Sementara itu, otoritas Maroko memperkirakan sekitar 40.000 orang terlibat dalam arus migrasi tersebut.
Sedikitnya 1.100 anak di bawah umur tanpa pendamping masih berada di Ceuta, menurut otoritas setempat. Sebagian dari mereka tiba saat terjadi penyeberangan besar-besaran pekan lalu, sementara sebagian lainnya telah berada di enklave tersebut sebelumnya.
Sebagian besar migran yang memasuki Ceuta telah kembali ke Maroko setelah situasi mereda. Namun, anak-anak tanpa pendamping tidak dapat langsung dipulangkan seperti orang dewasa berdasarkan prosedur yang berlaku saat ini.
Proses pemulangan anak-anak tersebut membutuhkan identifikasi dan pengaturan khusus. Maroko kini menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama dengan Spanyol dan negara-negara Eropa lainnya dalam menangani persoalan tersebut.
Kerja sama tersebut diharapkan membantu menyelesaikan persoalan anak migran yang masih berada di Ceuta. Pemerintah Maroko juga berupaya memastikan identitas mereka sebelum proses pemulangan dilakukan sesuai prosedur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....