Prancis Perketat Perbatasan dengan Spanyol usai Lonjakan Migran Ceuta
- 01 Agt 2026 15:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Prancis memperketat pengamanan perbatasan dengan Spanyol setelah lonjakan sekitar 60.000 migran memasuki Ceuta. Presiden Emmanuel Macron mengerahkan empat unit polisi bergerak, pesawat, dan drone untuk meningkatkan pengawasan.
- Krisis di Ceuta menelan sedikitnya 57 korban jiwa, dengan banyak migran tewas saat mencoba mencapai wilayah Spanyol melalui jalur laut yang berbahaya.
- Sekitar 48.000 migran telah kembali ke Maroko hingga Jumat sore. Lonjakan migran di Ceuta mendorong negara-negara Eropa meningkatkan koordinasi dalam pengamanan perbatasan dan penanganan arus migrasi.
RRI.CO.ID, Paris — Prancis memperketat pengawasan di perbatasannya dengan Spanyol setelah terjadi lonjakan migran di enklave Spanyol, Ceuta. Langkah tersebut diumumkan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Jumat, 31 Juli 2026 melalui unggahan di platform media sosial X.
Melansir dari Xinhua, Macron menjelaskan bahwa Ceuta tidak memiliki kebebasan bergerak ke wilayah lain di Area Schengen. Oleh karena itu, ia telah meminta Menteri Dalam Negeri Prancis untuk memperkuat pengawasan di perbatasan dengan Spanyol jika diperlukan.
Prancis mengerahkan empat unit polisi bergerak, pesawat, dan drone guna memperketat pengawasan di wilayah perbatasan. Langkah itu diambil menyusul lonjakan migran yang memasuki Ceuta dalam beberapa hari terakhir.
"Ceuta tidak memiliki kebebasan bergerak ke wilayah lain di Area Schengen. Namun, kemarin saya meminta Menteri Dalam Negeri untuk memperketat pengawasan di perbatasan kami dengan Spanyol jika diperlukan. Empat unit polisi bergerak, pesawat, dan drone telah dikerahkan," tulis Macron dalam unggahan di platform media sosial X.
Menurut otoritas setempat, sekitar 60.000 migran memasuki wilayah tersebut secara ilegal melalui jalur darat dan laut. Banyak di antaranya berusaha mencapai Ceuta dengan berenang, sehingga menghadapi risiko tinggi selama penyeberangan.
Harian Spanyol El País melaporkan sedikitnya 57 migran meninggal saat berusaha mencapai Ceuta melalui laut. Peristiwa tersebut kembali menyoroti bahaya yang dihadapi para migran yang mencoba menyeberang ke wilayah Eropa.
Sementara itu, pemerintah Spanyol menyatakan bahwa hingga Jumat sore sekitar 48.000 migran telah meninggalkan Ceuta untuk kembali ke Maroko. Peristiwa tersebut kembali menjadi perhatian negara-negara Eropa, seiring meningkatnya koordinasi untuk memperkuat keamanan perbatasan dan menangani arus migrasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....