Qatar: Upaya Mediasi AS-Iran Berlanjut, Belum Ada Dialog Langsung

  • 06 Agt 2026 13:57 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Qatar, Pakistan, dan Oman terus menjalankan upaya mediasi antara Amerika Serikat dan Iran untuk menghidupkan kembali dialog bilateral.
  • Ketiga negara mediator fokus mencari solusi jangka pendek sebagai langkah awal meningkatkan komunikasi antara Washington dan Teheran.
  • Hingga saat ini belum ada rencana untuk mengadakan perundingan langsung antara AS dan Iran, menunjukkan masih jauhnya jarak untuk mencapai kesepakatan formal.

RRI.CO.ID, Doha — Qatar menyatakan upaya mediasi antara Amerika Serikat dan Iran masih terus berlangsung. Meski demikian, hingga kini belum ada rencana untuk menggelar perundingan langsung antara kedua negara, dilansir dari BBC News, Kamis, 6 Agustus 2026.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, mengatakan Qatar, Pakistan, dan Oman tengah berfokus mencari solusi jangka pendek. Menurutnya, langkah tersebut diharapkan dapat menghidupkan kembali dialog antara Washington dan Teheran.

Ansari menyebut koordinasi dengan Oman terus dilakukan untuk memfasilitasi pembicaraan, termasuk melalui pertukaran gagasan dan rancangan kesepakatan. Menurutnya, prioritas utama para mediator adalah mencegah eskalasi konflik dan membuka kembali Selat Hormuz.

Selain itu, mereka juga berupaya membuka kembali jalur diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran. Meski demikian, sinyal dari Washington dan Teheran masih saling bertentangan.

Iran membantah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut pembicaraan langsung sedang berlangsung. Teheran menegaskan bahwa satu-satunya negosiasi yang saat ini dilakukan adalah dengan Oman mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengatakan pembahasan tersebut telah mengalami kemajuan, tetapi belum menghasilkan kesepakatan akhir. Sementara itu, Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent menyebut kesepakatan berpotensi tercapai dalam waktu dekat.

Trump sebelumnya mengatakan telah membatalkan rencana serangan besar terhadap Iran. Keputusan itu diambil setelah Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab meminta semua pihak menahan diri.

Menurut Trump, langkah tersebut bertujuan memberi waktu bagi para mediator untuk merundingkan kesepakatan baru mengenai Selat Hormuz dan denuklirisasi Iran. Namun, Iran tetap menolak adanya pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat dan menegaskan bahwa negosiasi dengan Oman berlangsung secara konstruktif.

Teheran menegaskan bahwa kesepakatan baru saja tidak cukup untuk membuka kembali Selat Hormuz. Iran menyatakan selat tersebut baru dapat dibuka jika blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dicabut.

Hingga kini, Pakistan mengonfirmasi komunikasi dengan Washington dan Teheran masih terus berlangsung di balik layar. Meski demikian, rincian mengenai potensi kesepakatan antara Iran dan Oman terkait Selat Hormuz masih belum diumumkan secara resmi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....