Iran dan Oman Upayakan Pembukaan Kembali Selat Hormuz
- 05 Agt 2026 16:17 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Iran dan Oman sedang merancang kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz dengan pembagian kendali jalur masuk-keluar bagi kapal-kapal di Teluk Persia.
- Menurut rencana yang sedang dibahas, kapal-kapal akan memasuki Teluk Persia melalui jalur yang berada di bawah kendali Iran dan keluar melalui jalur yang dikendalikan Oman.
- Keberhasilan kesepakatan tersebut bergantung pada kesediaan Amerika Serikat untuk mencabut blokade yang telah diberlakukan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
RRI.CO.ID, Washington — Iran dan Oman tengah mengupayakan kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz. Rencana yang sedang dibahas mengatur agar kapal-kapal memasuki Teluk Persia melalui jalur yang berada di bawah kendali Iran.
Melansir dari AP News, Rabu, 5 Agustus 2026, rencana tersebut juga mengatur kapal-kapal keluar melalui jalur yang dikendalikan Oman. Namun, kesepakatan tersebut masih bergantung pada kesediaan Amerika Serikat mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Pemerintahan Presiden Donald Trump sebelumnya menegaskan tidak akan menerima perjanjian yang memberikan Iran kendali atas Selat Hormuz. Meski demikian, sejumlah pejabat senior Amerika Serikat menunjukkan optimisme bahwa kesepakatan dapat segera tercapai.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan pembicaraan antara Iran dan Oman telah mengalami kemajuan, meski belum mencapai tahap final. Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan peluang tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat cukup besar.
Kesepakatan tersebut juga diharapkan dapat membuka kembali jalur pelayaran serta meredakan ketegangan konflik. Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia.
Sebelum perang pecah pada Februari, sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas alam dunia melintasi selat tersebut. Namun, jalur itu praktis tertutup setelah serangan Iran terhadap kapal-kapal di kawasan, sehingga mengganggu pasokan energi global.
Di tengah upaya diplomasi tersebut, Qatar juga terus memainkan peran sebagai mediator. Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani mengungkapkan telah berbicara melalui telepon dengan Presiden Donald Trump.
Pembicaraan tersebut dilakukan untuk membahas berbagai langkah yang dapat menjembatani perbedaan. Pembicaraan tersebut juga membahas langkah meningkatkan peluang tercapainya penyelesaian diplomatik yang berkelanjutan atas konflik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....