AS dan Iran Berpeluang Capai Kesepakatan Pembukaan Selat Hormuz Pekan Ini

  • 05 Agt 2026 14:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengungkapkan optimisme bahwa kesepakatan dengan Iran akan tercapai pada tanggal 11-12 Agustus 2024.
  • Tujuan utama kesepakatan adalah membuka kembali Selat Hormuz dan memastikan kebebasan bernavigasi bagi kapal-kapal komersial internasional.
  • Pemerintah Amerika Serikat sedang melakukan pembicaraan intensif dengan Iran untuk mencapai kesepakatan tersebut.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, mengatakan terdapat peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran pada Selasa, 11 Agustus 2026. Kesepakatan tersebut bertujuan membuka kembali Selat Hormuz agar kapal-kapal komersial dapat kembali melintas dengan kebebasan bernavigasi, dilansir dari CNBC.

Menurut Bessent, kesepakatan tersebut bertujuan menjamin kebebasan bernavigasi bagi kapal-kapal komersial sehingga aktivitas pelayaran internasional dapat kembali normal. Ia menyatakan, pemerintah AS saat ini masih melakukan pembicaraan intensif dengan Iran.

Ia juga berharap, negosiasi tersebut dapat menghasilkan solusi yang meredakan konflik. Bessent menegaskan, konsep yang sedang dibahas adalah kebebasan bernavigasi tanpa adanya pungutan tol bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Pernyataan itu langsung direspons positif oleh pasar, dengan harga minyak mentah AS turun hampir 6 persen. Ia memperkirakan harga energi masih berpotensi turun apabila ratusan kapal yang sempat tertahan di Teluk Persia kembali dapat berlayar.

Menurut Bessent, manfaat pembukaan kembali Selat Hormuz tidak hanya dirasakan sektor energi. Manfaat tersebut juga dirasakan pada perdagangan pupuk, produk hasil penyulingan minyak, serta berbagai gas industri.

Penurunan biaya distribusi komoditas tersebut diyakini dapat mendorong reli di pasar dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian global. Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengungkapkan Amerika juga terlibat dalam pembicaraan antara Oman dan Iran.

Pembicaraan tersebut membahas mengenai upaya meningkatkan jumlah kapal yang dapat melintasi Selat Hormuz dalam jangka pendek. Rubio menyebut negosiasi telah menunjukkan kemajuan, meski hingga kini belum menghasilkan kesepakatan final.

Ia berharap hasil akhir dapat dicapai dalam waktu dekat. Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa dirinya sempat membatalkan rencana serangan besar terhadap Iran untuk memberikan kesempatan diplomasi.

Pada 17 Juni, Amerika Serikat dan Iran juga pernah menandatangani nota kesepahaman untuk membuka kembali Selat Hormuz. Namun, kesepakatan tersebut akhirnya gagal setelah kedua negara berselisih mengenai jalur pelayaran yang dapat digunakan kapal untuk melintasi selat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....