Cuaca Ekstrem di Tiongkok Picu Banjir, 115.000 Warga Dievakuasi
- 05 Agt 2026 20:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Lebih dari 115.756 jiwa dari 49.925 rumah tangga dievakuasi dari Provinsi Shaanxi, Tiongkok akibat hujan lebat dan banjir yang mengancam nyawa.
- Gelombang cuaca ekstrem yang melanda sejak awal pekan menyebabkan curah hujan tinggi yang memicu banjir di berbagai wilayah.
- Evakuasi dilakukan untuk mengurangi risiko bencana ikutan seperti tanah longsor dan ancaman lainnya yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem tersebut.
RRI.CO.ID, Shaanxi — Lebih dari 115.000 warga dievakuasi akibat hujan lebat yang melanda Provinsi Shaanxi, Tiongkok. Curah hujan tinggi memicu banjir di berbagai wilayah serta meningkatkan risiko tanah longsor dan bencana ikutan lainnya.
Melansir dari Anadolu, sebanyak 49.925 rumah tangga atau 115.756 jiwa dipindahkan dari kawasan yang dinilai berbahaya. Evakuasi dilakukan menyusul gelombang cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut sejak awal pekan.
Hujan terjadi antara Senin, 3 Agustus 2026 dan Selasa, 4 Agustus 2026 dengan intensitas bervariasi. Sebagian besar wilayah utara Shaanxi, bagian barat Guanzhong, dan barat selatan Shaanxi diguyur hujan ringan hingga sedang.
Sementara itu, sejumlah daerah lainnya mengalami hujan lebat hingga sangat lebat. Kabupaten Luonan, Tongguan, dan Baihe menjadi wilayah yang paling terdampak.
Curah hujan tercatat di 100 kabupaten dan distrik, dengan angka tertinggi mencapai 136,4 milimeter di Stasiun Shipo, Kabupaten Luonan. Hujan deras memicu banjir di daerah aliran Sungai Hanjiang, Weihe, Danjiang, dan Yiluo.
Sebanyak 28 sungai dan 40 stasiun hidrologi mencatat 47 puncak banjir, sementara dua stasiun pemantauan sempat melampaui batas peringatan. Observatorium Meteorologi Provinsi Shaanxi memperbarui peringatan oranye untuk hujan badai dan cuaca konvektif ekstrem pada Selasa.
Otoritas memperkirakan hujan lebat masih akan berlanjut hingga Rabu, 5 Agustus 2026 sore. Hujan kebat tersebut disertai potensi badai petir, hujan berdurasi singkat dengan intensitas tinggi, serta angin kencang.
Departemen Manajemen Darurat Provinsi Shaanxi meminta pemerintah daerah segera mengevakuasi warga dari lokasi yang terancam. Mereka juga meningkatkan pemantauan terhadap potensi banjir bandang, genangan perkotaan, tanah longsor, serta aliran lumpur.
Pemerintah Provinsi Shaanxi juga menggelar rapat pengendalian banjir. Pemerintah menyerukan penguatan langkah-langkah pencegahan serta kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang masih berlangsung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....