Indonesia-Tiongkok Perkuat Kerja Sama Atasi Backlog Perumahan Masyarakat

  • 30 Jul 2026 01:51 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia dan Tiongkok memperkuat kerja sama penyediaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)
  • Kerja sama mencakup pembiayaan, teknologi konstruksi, hingga penggunaan material bangunan dalam negeri
  • Kedua negara sepakat memperluas kolaborasi berdasarkan prinsip saling percaya, saling menguntungkan, dan saling belajar

RRI.CO.ID, Jakarta – Indonesia dan Tiongkok sepakat memperkuat kerja sama di sektor perumahan untuk mendukung penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kerja sama tersebut mencakup pembiayaan, teknologi konstruksi, hingga penyediaan material bangunan.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan kedua negara bertukar pengalaman menangani persoalan perumahan. Pembahasan juga mencakup berbagai kebijakan yang telah diterapkan Indonesia maupun Tiongkok.

"Kami membicarakan pengalaman masing-masing. Baik di Indonesia maupun Tiongkok, dalam menangani persoalan perumahan," ujar Maruarar di Jakarta, Rabu, 29 Juli 2026.

Maruarar menjelaskan pemerintah Indonesia saat ini menjalankan berbagai program untuk mendukung masyarakat berpenghasilan rendah. Program tersebut, lanjutnya, meliputi rumah subsidi, Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan, PNM Mekaar, hingga sertifikat tanah gratis.

"Saya meminta bahan-bahan bangunan seperti semen, pasir, dan cat digunakan dari Indonesia. Selama dibuat dengan spesifikasi yang baik di Indonesia, kami minta itu dipakai," katanya.

Menurut Maruarar, kedua negara juga sepakat menindaklanjuti kerja sama dengan fokus pada penyediaan rumah bagi MBR. Selain itu, pembahasan juga turut mencakup pengembangan lahan, pembiayaan, hingga teknologi perumahan.

Ia menegaskan kerja sama tersebut harus memberikan manfaat bagi kedua negara. "Suatu kerja sama tentu harus saling percaya, kerja sama itu juga harus saling menguntungkan," ucapnya.

Sementara itu, Menteri Perumahan Tiongkok Ni Hong menyatakan pihaknya siap memperluas kerja sama dengan Indonesia. Ia menilai kedua negara memiliki peluang besar untuk saling belajar menghadapi tantangan penyediaan perumahan.

"Kami akan mendorong perusahaan-perusahaan kami memperluas kerja sama dengan mitra di Indonesia. Kerja sama tersebut akan dijalankan berdasarkan prinsip saling menguntungkan," ujar Ni Hong.

Ia mengatakan kondisi dan tantangan perumahan di setiap negara memang berbeda. Namun, menurutnya, pertukaran pengalaman dapat menjadi dasar untuk menemukan solusi bersama.

"Karena kondisi di setiap negara berbeda. Kami siap saling belajar dan mencari solusi bersama," katanya.

Ni Hong berharap hubungan kedua negara di bidang perumahan semakin erat melalui berbagai program kerja sama yang akan ditindaklanjuti. Ia juga mengundang Maruarar untuk berkunjung ke Tiongkok untuk memperkuat kolaborasi kedua negara. (Rahmania Ulfah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....