OCHA: 10 Persen Penduduk Gaza di Ambang Kelaparan

  • 05 Agt 2026 14:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • OCHA memperingatkan kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza mencapai tingkat terburuk yang belum pernah terjadi sebelumnya.
  • Blokade dan kelangkaan kebutuhan pokok telah memperparah krisis kemanusiaan di Gaza.
  • Ratusan ribu warga Gaza terancam mengalami kelaparan akibat kondisi darurat kemanusiaan ini.

RRI.CO.ID, Gaza - Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) memperingatkan bahwa kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza terus memburuk. Kondisi tersebut mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, dilansir dari kantor berita WAFA, Rabu, 5 Agustus 2026.

Dalam laporan pada Senin, 3 Agustus 2026, OCHA menyebut blokade serta kelangkaan kebutuhan pokok telah memperparah krisis. Kondisi tersebut membuat ratusan ribu warga terancam kelaparan.

OCHA mengungkapkan, sekitar 67 persen penduduk Gaza kini menghadapi kerawanan pangan akut dan kesulitan memperoleh makanan setiap hari. Banyak keluarga bahkan hanya mampu mendapatkan satu kali makan sederhana.

Sementara itu, ketersediaan bahan pangan terus menurun akibat terganggunya distribusi bantuan dan runtuhnya rantai pasok lokal. Berdasarkan laporan tersebut, sekitar 10 persen penduduk Gaza telah berada di ambang kelaparan.

Kondisi tersebut merupakan tahap yang tepat sebelum suatu wilayah secara resmi dinyatakan mengalami kelaparan. Tahap tersebut juga dusebut Fase 5 dalam Integrated Food Security Phase Classification (IPC).

OCHA menilai kondisi ini menunjukkan tingkat krisis yang sangat memprihatinkan dan membutuhkan respons segera dari masyarakat internasional. Laporan tersebut menyebut memburuknya situasi dipicu oleh terhambatnya arus bantuan kemanusiaan dan terganggunya distribusi logistik.

Selain itu, kekurangan pendanaan yang serius bagi operasi bantuan internasional turut memperparah krisis di Jalur Gaza. Faktor-faktor tersebut membuat upaya penyaluran bantuan kepada warga sipil menjadi semakin sulit dilakukan.

OCHA memperingatkan bahwa beberapa jam ke depan akan menjadi periode yang sangat menentukan. Lembaga tersebut menilai langkah cepat diperlukan untuk mencegah terjadinya bencana kemanusiaan dalam skala besar.

Lembaga tersebut mendesak pembukaan kembali seluruh pintu perbatasan serta pembentukan koridor kemanusiaan yang aman dan berkelanjutan. Hal tersebut agar distribusi makanan, obat-obatan, dan pasokan medis dapat berlangsung tanpa hambatan sebelum situasi menjadi semakin parah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....