Utusan Board of Peace Desak Israel Hentikan Serangan Gaza

  • 04 Agt 2026 21:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Utusan Board of Peace Nickolay Mladenov mendesak Israel menghentikan operasi militer di Jalur Gaza dalam pertemuan dengan penasihat senior Aryeh Lightstone.
  • Desakan tersebut didasarkan pada komitmen Israel menyetujui rencana 20 poin yang telah disepakati bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
  • Pertemuan ini menunjukkan upaya diplomatik berkelanjutan untuk mewujudkan penghentian serangan dan negosiasi perdamaian di kawasan Timur Tengah.

RRI.CO.ID, Gaza — Utusan Board of Peace Nickolay Mladenov mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menghentikan serangan di Jalur Gaza. Desakan tersebut disampaikan dalam pertemuan yang juga dihadiri penasihat senior Board of Peace Aryeh Lightstone.

Mladenov dan Lightstone meminta Israel menghentikan operasi militer di Gaza sesuai komitmen yang disampaikan saat menyetujui rencana 20 poin. Rencana tersebut disetujui bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dilansir dari Anadolu, Selasa, 4 Agustus 2026.

Di sisi lain, sumber politik Israel menyatakan pemerintah tidak akan menarik pasukan dari posisi yang saat ini dikuasai di Jalur Gaza. Media Israel menyebut pernyataan tersebut berasal dari kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Pada Jumat, Board of Peace bersama Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan untuk melanjutkan fase berikutnya dari gencatan senjata di Gaza. Board of Peace menyatakan Hamas telah menerima peta jalan yang terperinci, namun hingga kini Israel belum memberikan tanggapan resmi.

Meski demikian, serangan di Jalur Gaza masih terus berlanjut. Sedikitnya 28 warga Palestina dilaporkan tewas dalam serangan Israel sejak pengumuman peta jalan tersebut pada Jumat, 31 Juli 2026.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 73.000 warga Palestina telah meninggal dan lebih dari 174.000 lainnya terluka sejak Oktober 2023. Kementerian itu juga menyebut bahwa meskipun gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, serangan Israel di Jalur Gaza masih terus berlangsung.

Sejak saat itu, sedikitnya 1.250 warga Palestina dilaporkan tewas dan 4.110 lainnya terluka. Selain operasi militer, Israel juga disebut terus membatasi masuknya bantuan kemanusiaan.

Bantuan tersebut termasuk makanan, obat-obatan, perlengkapan medis, bahan bangunan untuk tempat penampungan, dan rumah prefabrikasi. Akibatnya, sekitar 2,4 juta warga Palestina masih menghadapi krisis kemanusiaan yang sangat berat di Jalur Gaza.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....