Trump Umumkan Hamas Sepakat Lakukan Pelucutan Senjata

  • 01 Agt 2026 15:27 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Hamas menyatakan telah menyetujui rencana pelucutan senjata menyeluruh di Gaza yang diusulkan Board of Peace sebagai bagian dari tahap kedua kesepakatan gencatan senjata.
  • Rencana tersebut meliputi pelucutan senjata Hamas, penarikan pasukan Israel setelah proses selesai, serta rekonstruksi Gaza dengan dukungan Pasukan Stabilisasi Internasional dan kepolisian Palestina.
  • Israel belum memberikan tanggapan resmi, sementara banyak warga Palestina meragukan keberhasilan implementasi kesepakatan karena pengalaman kegagalan proses perdamaian sebelumnya.

RRI.CO.ID, Washington — Hamas menyatakan telah menyetujui rencana pelucutan senjata secara menyeluruh di Gaza yang diusulkan Board of Peace. Seorang pejabat senior Hamas mengatakan bahwa kelompok tersebut telah menerima rencana tersebut.

Melansir dari BBC News, Sabtu, 1 Agustus 2026, ia juga mengatakan bahwa Hamas akan segera mengeluarkan pernyataan resmi. Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Board of Peace telah mencapai kesepakatan mengenai pelucutan senjata Hamas.

Meski demikian, hingga kini, Israel belum memberikan tanggapan resmi. Board of Peace menyatakan kesepakatan itu merupakan hasil perundingan intensif selama berbulan-bulan dan kini memasuki tahap pelaksanaan.

Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari tahap kedua rencana gencatan senjata Gaza yang dimediasi Amerika Serikat. Rencana tersebut mencakup pelucutan senjata Hamas, penarikan pasukan Israel, serta rekonstruksi Gaza.

Trump mengatakan Israel akan menarik pasukannya dari Gaza setelah proses pelucutan senjata selesai. Ia menyebut kesepakatan tersebut sebagai langkah penting menuju pemerintahan Palestina yang baru di Gaza.

Menurut Trump, Pasukan Stabilisasi Internasional akan bekerja sama dengan kepolisian Palestina yang baru untuk menjaga keamanan wilayah tersebut. Ia juga menyebut kesepakatan ini sebagai tonggak penting dalam pelaksanaan Rencana 20 Poin Trump.

Selain itu, Trump menyampaikan apresiasi kepada Mesir, Qatar, serta Turki yang berperan sebagai mediator. Selain Amerika Serikat, anggota pendiri Board of Peace meliputi Pakistan, Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab.

Namun, Inggris, Prancis, dan Tiongkok belum bergabung karena masih memiliki kekhawatiran terkait hukum internasional dan peran PBB. Dokumen kesepakatan mengatur penyimpanan senjata berat Hamas di bawah pengawasan Palestina.

Proses pelucutan senjata akan dimulai dari kelompok-kelompok bersenjata yang lebih kecil di Gaza. Setelah itu, Hamas akan membongkar jaringan terowongan, gudang senjata, dan infrastruktur militernya melalui mekanisme verifikasi yang ketat.

Di Gaza, pengumuman tersebut disambut dengan sikap skeptis oleh banyak warga Palestina. Mereka masih meragukan keberhasilan berbagai kesepakatan damai setelah pengalaman kegagalan pada masa lalu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....