PBB Sambut Langkah Hamas Dukung Gencatan Senjata Gaza

  • 07 Jul 2026 15:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PBB menyambut langkah Hamas membubarkan Komite Pemerintahan Darurat dan mengalihkan administrasi Gaza kepada Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG) sebagai upaya mendukung pelaksanaan gencatan senjata.
  • PBB menegaskan dukungannya terhadap pemerintahan Palestina yang bersatu di bawah Otoritas Palestina, sementara NCAG dipersiapkan untuk mengelola urusan sipil dalam proses transisi pemerintahan di Gaza.
  • PBB memperingatkan krisis kemanusiaan di Gaza masih berlanjut, dengan sebagian besar perlintasan bantuan tetap ditutup, volume bantuan menurun, dan hanya sebagian kecil bantuan yang telah disetujui berhasil masuk ke wilayah tersebut.

RRI.CO.ID, New York — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyambut setiap langkah yang dapat mendukung pelaksanaan gencatan senjata di Jalur Gaza. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Hamas mengumumkan pembubaran Komite Pemerintahan Darurat, dilansir dari Anadolu, Selasa, 7 Juli 2026.

Hamas juga melakukan pengalihan tanggung jawab administrasi kepada Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG). Juru bicara PBB Stéphane Dujarric mengatakan pihaknya telah mencatat keputusan tersebut.

Menurutnya, langkah itu dapat mendukung implementasi kesepakatan gencatan senjata. Langkah tersebut juga diharapkan memperkuat perlindungan terhadap warga sipil serta penyaluran bantuan kemanusiaan tanpa hambatan.

Dujarric menegaskan PBB tetap mendukung terwujudnya pemerintahan Palestina yang bersatu di bawah Otoritas Palestina. Pemerintah Gaza menyatakan pembubaran Komite Darurat dan pengunduran diri ketua pelaksananya dilakukan untuk mempermudah proses transisi pemerintahan.

NCAG akan mengambil alih administrasi sipil di Gaza sebagai badan nonpolitik yang bertugas mengelola urusan pemerintahan sehari-hari. Komite tersebut terdiri atas sejumlah tokoh nasional Palestina dan telah beroperasi dari Kairo sejak pertengahan Januari.

Meski demikian, hingga kini belum mulai menjalankan tugasnya dari dalam Jalur Gaza. PBB juga menyoroti besarnya kebutuhan kemanusiaan di Gaza yang masih terkendala pembatasan akses.

Sebagian besar perlintasan perbatasan masih ditutup oleh Israel, sementara pembatasan terhadap sejumlah jenis pasokan bantuan juga tetap diberlakukan. Menurut PBB, volume bantuan yang masuk ke Gaza kembali menurun pada bulan lalu menjadi kurang dari 42.000 palet.

Pekan lalu, hanya 42 persen bantuan dari Mesir dan 65 persen bantuan dari Pelabuhan Ashdod yang berhasil dibongkar. Padahal, seluruh bantuan tersebut sebelumnya telah mendapat persetujuan secara prinsip.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....