Arab Saudi dan 13 Negara Bentuk Aliansi Pertahanan Maritim
- 31 Jul 2026 19:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Arab Saudi bersama 13 negara membentuk Aliansi Pertahanan Maritim Multinasional untuk menjaga keamanan pelayaran di Selat Bab al-Mandeb, Laut Merah, dan Teluk Aden serta melindungi jalur perdagangan dan pasokan energi global.
- Pembentukan aliansi dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan regional, termasuk konflik Amerika Serikat-Iran di Selat Hormuz dan ancaman serangan kelompok Houthi terhadap jalur pelayaran di Laut Merah.
- Aliansi akan memperkuat kerja sama pertahanan maritim melalui pertukaran intelijen, perencanaan operasi, latihan militer bersama, dan operasi maritim, dengan Arab Saudi menjadi anggota pendiri sekaligus markas besar koalisi.
RRI.CO.ID, Riyadh — Arab Saudi mengumumkan pembentukan Aliansi Pertahanan Maritim Multinasional bersama 13 negara lainnya. Pembentukan aliansi tersebut bertujuan untuk menjaga keamanan jalur pelayaran strategis di Selat Bab al-Mandeb, Laut Merah, dan Teluk Aden.
Melansir dari Al Jazeera, pembentukan aliansi tersebut diumumkan Kementerian Pertahanan Arab Saudi pada Kamis, 30 Juli 2026. Aliansi dibentuk sebagai kerangka kerja untuk memperkuat kerja sama pertahanan maritim secara kolektif.
Negara-negara anggota berkomitmen menjaga kebebasan navigasi dan mengamankan jalur perdagangan internasional. Mereka juga berkomitmen melindungi jalur pasokan energi yang melintasi koridor strategis penghubung Samudra Hindia dan Laut Mediterania.
Langkah tersebut diambil di tengah konflik Amerika Serikat dan Iran yang kini berpusat di Selat Hormuz. Penutupan de facto jalur tersebut telah memberikan tekanan terhadap perekonomian global.
Sementara itu, jalur Bab al-Mandeb juga menghadapi ancaman serangan berulang dari kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran. Sebanyak 43 dari 51 negara yang diundang menghadiri pertemuan pembentukan aliansi, termasuk delegasi Uni Eropa.
Turki, Kuwait, Bahrain, Qatar, Yordania, Mesir, Pakistan, Djibouti, Somalia, Bangladesh, Yaman, Sudan, dan Komoro menjadi anggota aliansi. Sementara itu, Uni Emirat Arab dan Oman belum bergabung.
Arab Saudi menyatakan pintu keanggotaan tetap terbuka bagi negara lain yang ingin bergabung setelah menyelesaikan prosedur nasional masing-masing. Negara-negara peserta juga menegaskan bahwa keamanan maritim merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan kerja sama dan koordinasi.
Aliansi akan melakukan pertukaran intelijen dan informasi, menyusun perencanaan operasi bersama, serta menggelar latihan militer dan operasi maritim bersama. Arab Saudi menegaskan aliansi tersebut bersifat murni defensif dan tidak ditujukan kepada negara mana pun.
Arab Saudi juga akan menjadi anggota pendiri sekaligus lokasi markas besar aliansi tersebut. Langkah ini diambil setelah kelompok Houthi memberlakukan blokade maritim terhadap Arab Saudi yang mengganggu pengiriman minyak melalui Laut Merah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....