Gempa Magnitudo 7,1 Landa Jepang Selatan, Ratusan Ribu Warga Mengungsi

  • 29 Jul 2026 12:56 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gempa berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto, memicu kerusakan infrastruktur, korban jiwa dan luka-luka, serta membuat sekitar 300.000 warga mengungsi ke pusat-pusat evakuasi.
  • Puluhan pekerja dilaporkan hilang setelah ledakan dan runtuhnya pusat perbelanjaan, sementara ratusan personel militer dan tim penyelamat dikerahkan untuk mencari korban di tengah gempa susulan.
  • Layanan kereta cepat dihentikan, sejumlah penerbangan dibatalkan, beberapa pabrik menghentikan operasi, dan sekitar 48.000 rumah mengalami pemadaman listrik, meski tidak ada gangguan pada pembangkit listrik tenaga nuklir.

RRI.CO.ID, Kumamoto — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang selatan, pada Selasa, 28 Juli 2026. Gempa tersebut menyebabkan kerusakan luas, pemadaman listrik, serta memicu operasi penyelamatan besar-besaran, dilansir dari Reuters.

Guncangan merusak jalan, jembatan, dan bangunan, sementara gempa susulan terus terjadi di Pulau Kyushu. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan pemerintah masih melakukan penilaian terhadap tingkat kerusakan di wilayah terdampak.

Ia mengonfirmasi adanya korban luka di sejumlah daerah dan meminta masyarakat segera mengungsi ke lokasi yang aman. Sekitar 300.000 warga diarahkan menuju pusat-pusat evakuasi, sementara ratusan personel militer dikerahkan untuk proses pencarian dan penyelamatan.

Salah satu dampak terparah terjadi di pusat perbelanjaan terbesar di Prefektur Kumamoto. Sekitar 20 hingga 30 pekerja dilaporkan hilang setelah ledakan mengguncang bangunan tersebut usai gempa terjadi.

Petugas pemadam kebakaran menyatakan sejumlah orang sempat terjebak di dalam gedung, sementara polisi menduga beberapa korban meninggal dunia. Penyebab ledakan masih diselidiki dan diduga berkaitan dengan kebocoran gas.

Seluruh pengunjung dan karyawan pusat perbelanjaan telah dievakuasi setelah gempa pertama terjadi. Namun, salah satu sisi bangunan roboh dan menyebabkan kerusakan besar.

Tim penyelamat terus menyisir lokasi untuk mencari korban yang kemungkinan masih tertimbun reruntuhan. Selain itu, sejumlah orang belum diketahui keberadaannya setelah cerobong asap di sebuah pabrik Nippon Paper Industries runtuh.

Dua rumah sakit di wilayah tersebut masing-masing merawat lebih dari 50 korban, beberapa di antaranya dalam kondisi serius. Sejumlah penumpang kereta cepat juga mengalami luka-luka akibat guncangan.

Pihak berwenang turut menangani sejumlah kebakaran dan bangunan yang runtuh di berbagai lokasi. Satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat runtuhnya sebuah bangunan di dekat pusat gempa.

Kerusakan jalan raya menyebabkan gangguan lalu lintas, sementara layanan kereta api dihentikan dan sejumlah penerbangan dibatalkan maupun dialihkan. Sejumlah perusahaan besar, termasuk TSMC, Sony, dan Fujifilm, mengevakuasi para pekerjanya.

Sementara itu, Tokyo Electron dan Honda menghentikan sementara operasional pabrik mereka di Kumamoto. Badan Meteorologi Jepang memperingatkan warga tetap waspada terhadap potensi gempa kuat dan risiko tanah longsor sekitar sepekan ke depan.

Peringatan tsunami yang sempat dikeluarkan setelah gempa kemudian dicabut. Sekitar 48.000 rumah masih mengalami pemadaman listrik, meski Otoritas Regulasi Nuklir Jepang memastikan tidak ada gangguan di pembangkit listrik tenaga nuklir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....