Suhu Tembus 40 Derajat, Jepang Keluarkan Peringatan Heatstroke
- 22 Jul 2026 13:42 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Gelombang panas ekstrem kembali melanda Jepang, dengan suhu di sejumlah wilayah melampaui 40 derajat Celsius akibat sistem tekanan tinggi yang menyelimuti sebagian besar wilayah negara tersebut.
- Dampak cuaca panas semakin meningkat, ditandai dengan 287 orang dilarikan ke rumah sakit di Tokyo akibat dugaan sengatan panas, termasuk 10 orang yang dilaporkan dalam kondisi serius.
- Otoritas mengeluarkan peringatan heatstroke di 41 prefektur serta mengimbau masyarakat membatasi aktivitas luar ruangan.
RRI.CO.ID, Tokyo — Jepang kembali menghadapi gelombang panas ekstrem yang diperkirakan meluas pada Rabu, 22 Juli 2026. Sehari sebelumnya, suhu udara di sejumlah wilayah telah melampaui 40 derajat Celsius, dilansir dari NHK.
Badan Meteorologi Jepang menyatakan sistem tekanan tinggi sedang menyelimuti sebagian besar wilayah negara tersebut. Kondisi tersebut menjadi penyebab utama kenaikan suhu hingga mencapai tingkat yang berbahaya.
Kota Tajimi di Prefektur Gifu mencatat suhu tertinggi 40,3 derajat Celsius, disusul Kota Toyota di Prefektur Aichi dengan 40,1 derajat Celsius. Sementara itu, kawasan Hachiman di Kota Gujo, Prefektur Gifu, juga mencatat suhu tepat 40 derajat Celsius.
Gelombang panas diperkirakan masih berlanjut pada Rabu. Departemen Pemadam Kebakaran Tokyo melaporkan sebanyak 287 orang berusia antara 3 hingga 103 tahun dilarikan ke rumah sakit.
Mereka dilarikan ke rumah sakit pada Selasa, 21 Juli 2026 akibat dugaan sengatan panas. Sebanyak 10 orang di antaranya dalam kondisi serius, sementara jumlah korban tersebut menjadi angka harian tertinggi yang tercatat tahun ini.
Badan Meteorologi Jepang telah mengeluarkan peringatan sengatan panas di 41 prefektur, mulai dari wilayah Tohoku hingga Okinawa. Masyarakat diimbau menggunakan pendingin ruangan, mencukupi kebutuhan cairan, dan mengonsumsi garam.
Warga juga diminta menghindari aktivitas luar ruangan dalam waktu lama untuk mengurangi risiko sengatan panas. Di sisi lain, kondisi atmosfer di wilayah Tohoku menjadi tidak stabil akibat masuknya aliran udara lembap ke sistem front cuaca.
Otoritas memperingatkan potensi hujan lebat yang disertai petir di sejumlah wilayah. Warga juga diminta mewaspadai risiko tanah longsor, banjir di daerah dataran rendah, meluapnya sungai, serta angin kencang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....