Jepang Keluarkan Peringatan Sengatan Panas di 41 Prefektur
- 23 Jul 2026 13:29 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Jepang mengeluarkan peringatan sengatan panas (heatstroke) di 41 dari 47 prefektur setelah suhu di sejumlah wilayah melampaui 40 derajat Celsius selama dua hari berturut-turut.
- Sebanyak 287 orang dilarikan ke rumah sakit di Tokyo karena diduga mengalami sengatan panas, sementara beberapa kota mencatat suhu hingga 40,5 derajat Celsius.
- Pemerintah Jepang meminta masyarakat menggunakan pendingin ruangan, memperbanyak minum air, menjaga asupan garam, serta menghindari aktivitas luar ruangan selama cuaca panas ekstrem berlangsung.
RRI.CO.ID, Tokyo — Jepang mengeluarkan peringatan sengatan panas (heatstroke) di 41 dari 47 prefektur pada Rabu, 22 Juli 2026. Peringatan tersebut diterbitkan setelah Jepang kembali dilanda gelombang panas berkepanjangan, dilansir dari Anadolu.
Kondisi tersebut mendorong suhu di sejumlah wilayah melampaui 40 derajat Celsius selama dua hari berturut-turut. Badan Meteorologi Jepang menetapkan kondisi tersebut sebagai kategori "kokushobi" atau hari dengan panas yang sangat ekstrem.
Istilah resmi tersebut baru diperkenalkan oleh Badan Meteorologi Jepang pada tahun ini. Kategori itu digunakan untuk memperkuat peringatan kepada masyarakat ketika suhu udara mencapai sedikitnya 40 derajat Celsius.
Suhu tertinggi pada Rabu tercatat mencapai 40,5 derajat Celsius di Kota Kuwana, Prefektur Mie. Sementara itu, suhu 40,1 derajat Celsius tercatat di Kota Hamamatsu, Prefektur Shizuoka, pada pukul 14.00 waktu setempat.
Sejumlah kota lainnya juga mencatat suhu di atas 39 derajat Celsius. Gelombang panas tersebut meningkatkan risiko sengatan panas di berbagai wilayah.
Dinas Pemadam Kebakaran Tokyo melaporkan sebanyak 287 orang dilarikan ke rumah sakit pada Selasa karena diduga mengalami sengatan panas. Pemerintah mengimbau masyarakat menggunakan pendingin ruangan dan memperbanyak minum air.
Warga juga diminta menjaga asupan garam yang cukup untuk mencegah dehidrasi. Warga juga diminta menghindari aktivitas di luar ruangan dalam waktu lama selama suhu ekstrem masih berlangsung.
Pemerintah Jepang terus meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak gelombang panas. Masyarakat diminta mematuhi langkah-langkah pencegahan guna mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat cuaca ekstrem.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....