Warga dan Polisi Gagalkan Penyerangan Sajam di Prancis
- 28 Jul 2026 13:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tiga perempuan terluka dalam penyerangan bersenjata tajam di kawasan Porte de Clichy, Perancis, sementara pelaku berhasil dilumpuhkan oleh warga dan seorang polisi yang sedang tidak bertugas.
- Saksi mata menyebut warga bersama-sama menghentikan pelaku, termasuk melempar koper hingga dua pisau dapur yang dibawanya terjatuh sebelum akhirnya ditangkap.
- Motif penyerangan dan identitas pelaku masih didalami, karena polisi menyatakan keterangan yang disampaikan pelaku saat ditangkap belum koheren.
RRI.CO.ID, Jakarta - Aksi penyerangan menggunakan senjata tajam melukai tiga orang di kawasan Porte de Clichy, Prancis, Senin, 27 Juli 2026. Aksi keberanian polisi berhasil melumpuhkan pelaku bersama sejumlah warga di lokasi kejadian.
Saksi mata, Mohamed-Ali Bouhadjar, menceritakan detik-detik saat warga bergegas menghentikan aksi pelaku. "Ketika melihat pelaku menancapkan pisau ke korban, saya mulai berteriak, 'Ayo, kita hentikan dia', beberapa orang ikut membantu," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima RRI, Selasa, 28 Juli 2026.
Ia menjelaskan, ada seseorang sedang melemparkan koper ke arah pelaku, hingga kemudian pisau tersebut terjatuh. Sejak saat itu, ia bersama dengan warga lainnya langsung menahan pelaku di tanah.
Tidak hanya itu, ia juga sempat merekam kejadian tersebut dengan menggunakan video Snapchat. Diperlihatkan, sang pelaku berambut hitam panjang dan mengenakan pakaian olahraga berwarna krem.
"Pelaku tampak memegang dua pisau dapur berukuran besar dan berusaha menyerang seorang wanita muda," ucapnya. Meskipun demikain, belum dipastikan apakah wanita dalam rekaman tersebut mengalami luka.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez mengonfirmasi kejadian penyerangan yang dialami oleh tiga orang wanita. Pelaku menyerang tiga wanita berusia 19, 24, dan 36 tahun menggunakan dua pisau dapur.
Dua di antaranya mengalami luka parah, di sisi lain pelaku terlihat terbaring tidak berdaya di atas penyeberangan jalan usai ditahan oleh warga. Tidak hanya itu, Menteri Nunez menyampaikan bahwa penangkapan akhir dilakukan oleh seorang petugas polisi yang sedang libur tugas.
"Saya memberikan penghormatan kepadanya, itu adalah tindakan yang berani," ujarnya. Hingga saat ini, motif penyerangan tersebut masih belum diketahui.
Ia menambahkan, pihak kepolisian belum dapat memverifikasi identitas pelaku. Hal ini dikarenakan pernyataannya dinilai tidak koheren saat ditangkap.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....