Kebakaran Hutan Prancis Ancam Bordeaux, Presiden Macron Gelar Rapat Darurat

  • 27 Jul 2026 13:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kebakaran hutan di Prancis telah meluas hingga mencapai jarak 15 kilometer dari Kota Bordeaux, memicu peningkatan status kewaspadaan pemerintah.
  • Presiden Emmanuel Macron akan memimpin rapat kabinet darurat pada Senin, 27 Juli 2026 khusus untuk membahas strategi penanganan bencana kebakaran.
  • Wali Kota Bordeaux, Thomas Cazenave, memperingatkan bahwa gelombang panas baru diperkirakan akan memperburuk upaya pemadaman api.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Prancis meningkatkan status kewaspadaan setelah kebakaran hutan terus meluas hingga mendekati Kota Bordeaux. Presiden Emmanuel Macron dijadwalkan memimpin rapat kabinet darurat pada Senin, 27 Juli 2026 untuk membahas penanganan bencana tersebut.

Melansir BBC, kobaran api kini berada sekitar 15 kilometer dari Bordeaux. Wali Kota Bordeaux, Thomas Cazenave, mengatakan gelombang panas baru diperkirakan akan memperburuk upaya pemadaman.

Kebakaran hutan juga melanda sejumlah wilayah lain di Eropa, terutama Prancis dan Spanyol. Dalam sepekan terakhir, lebih dari 330.000 orang telah dievakuasi dari kedua negara akibat meluasnya kebakaran.

Presiden Macron sebelumnya menegaskan pemerintah akan terus mendampingi masyarakat yang terdampak. Ia juga memastikan Prancis akan membangun kembali wilayah-wilayah yang rusak akibat kebakaran.

Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez mengatakan puluhan ribu warga di sekitar Bordeaux telah dievakuasi. Menurutnya, kondisi di lapangan masih sangat tidak menguntungkan karena arah pergerakan api terus berubah menuju kota.

Badan prakiraan cuaca Prancis memperingatkan suhu udara di sejumlah wilayah dapat mencapai 40 derajat Celsius mulai Selasa. Kondisi tersebut dikhawatirkan semakin mempercepat penyebaran api.

Federasi Nasional Pemadam Kebakaran Prancis (FNSPF) menyebut kebakaran besar di wilayah Gironde telah memicu fenomena pyrocumulonimbus. Fenomena ini merupakan badai awan yang terbentuk akibat panas kebakaran dan menghasilkan angin serta petirnya sendiri.

Hingga kini, sekitar 42.000 hektare lahan di wilayah barat daya Prancis telah terbakar. Kebakaran tersebut menjadi salah satu yang terbesar, sementara total area yang hangus sepanjang 2026 telah mencapai sekitar 98.000 hektare.

Lebih dari 220.000 warga di wilayah barat daya Prancis juga telah dievakuasi. Pemerintah terus mengerahkan ribuan personel dan berbagai sumber daya untuk menahan laju kebakaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....