Kebakaran Hutan Meluas, Prancis Evakuasi 20.000 Orang

  • 24 Jul 2026 14:17 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Prancis mengevakuasi sekitar 20.000 orang akibat kebakaran hutan yang meluas di wilayah Gironde, dengan 3.400 hektare lahan terbakar dan 700 petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengendalikan api.
  • Sebagian besar pengungsi merupakan wisatawan, termasuk sekitar 10.000 orang yang dievakuasi dari area perkemahan di Semenanjung Lège-Cap-Ferret.
  • Kebakaran hutan juga melanda Italia dan Spanyol, sementara Copernicus menyebut gelombang panas berkepanjangan dan laju pemanasan yang cepat di Eropa menjadi faktor yang memperparah kebakaran di berbagai wilayah.

RRI.CO.ID, Paris — Prancis mengevakuasi sekitar 20.000 orang akibat kebakaran hutan yang terus meluas di wilayah barat daya negara itu. Sebanyak 12.000 orang telah dievakuasi, sementara 8.800 orang lainnya dipindahkan sebagai langkah antisipasi, dilansir dari BBC News, Jumat, 24 Juli 2026.

Hingga kini sekitar 3.400 hektare lahan telah hangus terbakar dan sekitar 700 petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengendalikan api. Sebagian besar pengungsi merupakan wisatawan yang menginap di area perkemahan di Semenanjung Lège-Cap-Ferret.

Prefek Gironde, Sophie Brocas, mengatakan sekitar 10.000 wisatawan dievakuasi dari lokasi perkemahan dalam semalam. Hingga saat ini belum ada laporan korban luka, namun sejumlah jalan dan kawasan hutan ditutup untuk keselamatan masyarakat.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Gironde, Marc Vermeulen, mengatakan para petugas bekerja tanpa henti sepanjang malam. Menurutnya, suhu yang terus meningkat dan angin kencang membuat kebakaran semakin sulit dipadamkan.

Di wilayah Var, Prancis tenggara, warga yang sebelumnya dievakuasi telah diizinkan kembali untuk memeriksa kondisi rumah mereka. Meski demikian, pihak berwenang tetap mengingatkan masyarakat agar waspada karena angin yang menguat berpotensi memicu kebakaran kembali meluas.

Kebakaran hutan juga melanda Italia dan Spanyol dalam beberapa hari terakhir. Di Sisilia, seorang petugas pemadam kebakaran meninggal saat bertugas, sementara di Spanyol ribuan warga diperintahkan mengungsi.

Copernicus Climate Change Service menyebut Eropa merupakan benua dengan laju pemanasan tercepat di dunia. Sementara itu, gelombang panas berkepanjangan dinilai menjadi salah satu faktor yang memperparah kebakaran hutan di berbagai wilayah Eropa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....