Menlu AS Sebut Iran Ingin berdamai, namun Belum Siap Bersepkat
- 24 Jul 2026 16:19 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menlu AS Marco Rubio mengklaim Iran ingin kembali berunding untuk mengakhiri konflik, tetapi menilai Teheran belum siap menyepakati perjanjian baru karena dianggap kerap melanggar kesepakatan sebelumnya.
- Amerika Serikat menegaskan fokus utamanya mencegah Iran memiliki senjata nuklir, sementara hubungan kedua negara kembali memanas setelah MoU yang ditandatangani bulan lalu dinilai tidak lagi berlaku.
- Konflik terus berlanjut dengan aksi saling serang, di mana AS menyerang wilayah Iran selama 12 malam berturut-turut, sementara Iran membalas dengan menyerang aset militer AS .
RRI.CO.ID, Manila — Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menyatakan Iran terus mendesak Washington untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri konflik. Namun, menurut Rubio, Teheran belum siap menyepakati perjanjian baru karena dinilai kerap melanggar atau mengubah kesepakatan yang telah dibuat.
Rubio menyampaikan pernyataan tersebut di sela-sela pertemuan para menteri luar negeri ASEAN di Manila, Filipina. Ia menegaskan Iran akan terus menanggung konsekuensi dari konflik tersebut dan mengklaim biaya yang harus dibayar Teheran semakin besar.
"Iran memohon kepada kami, baik secara langsung maupun tidak langsung, 'Mari kita buat kesepakatan. Mari kita berbicara'," kata Rubio kepada wartawan di sela-sela pertemuan para menteri luar negeri ASEAN di Manila, Filipina, pada Kamis, 23 Juli 2026.
Melansir dari Al Jazeera, Jumat, 24 Juli 2026, ia menegaskan tujuan utama Amerika Serikat tetap mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Hubungan Washington dan Teheran terus memanas setelah kedua negara menganggap MoU yang ditandatangani bulan lalu tidak lagi berlaku.
Iran menuduh Amerika Serikat berulang kali melanggar kesepakatan tersebut. Selama 12 malam terakhir, Amerika Serikat melancarkan serangan ke wilayah Iran dengan alasan melemahkan kemampuan militer Teheran.
Namun, pemerintah Iran menyatakan serangan itu juga menghantam infrastruktur sipil. Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan terhadap aset militer Amerika Serikat di berbagai wilayah Timur Tengah.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengecam serangan terhadap infrastruktur sipil dan menyebut tindakan tersebut melanggar hukum humaniter internasional. Ia menegaskan Iran akan tetap bertahan menghadapi tindakan yang dinilai melanggar hukum.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....