Iran Tinjau Usulan Mediator untuk Redakan Ketegangan dengan AS

  • 22 Jul 2026 12:42 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Iran menerima dan mengkaji usulan para mediator untuk meredakan ketegangan dengan Amerika Serikat, namun belum bersedia mengungkapkan rincian proposal tersebut kepada publik.
  • Teheran menegaskan tetap mengedepankan diplomasi di tengah konflik dengan Washington, sembari menyatakan angkatan bersenjata dan korps diplomatik akan terus menjalankan tugas masing-masing.
  • Ketegangan kembali meningkat meski Iran dan Amerika Serikat telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang dimediasi Pakistan bulan lalu untuk mengakhiri konflik dan membuka jalan menuju perdamaian jangka panjang.

RRI.CO.ID, Teheran — Iran menyatakan telah menerima sejumlah usulan dari para mediator untuk meredakan ketegangan dengan Amerika Serikat. Usulan tersebut saat ini masih dalam tahap peninjauan oleh pemerintah Iran, dilansir dari Anadolu, Rabu, 22 Juli 2026.

Teheran juga menegaskan tetap berkomitmen pada penyelesaian melalui jalur diplomasi di tengah berlanjutnya saling serang dengan Washington. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan para mediator tengah berupaya mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.

Baghaei juga mengatakan bahwa para mediator telah menyampaikan sejumlah proposal kepada Teheran. Namun, ia menegaskan Iran belum akan mengungkapkan isi proposal tersebut kepada publik.

Baghaei menyatakan korps diplomatik Iran tetap menjalankan tugasnya seiring dengan operasi angkatan bersenjata negara itu. Menurutnya, diplomasi dan pertahanan memiliki peran yang sama pentingnya dalam menghadapi situasi saat ini.

Ia menegaskan para diplomat Iran tidak akan meninggalkan tanggung jawab mereka, sementara angkatan bersenjata akan terus menjalankan tugasnya membela negara. Ia juga mengatakan Iran bekerja sama dengan Oman untuk menjaga kedaulatan dan mencegah ancaman keamanan di Selat Hormuz.

Menurut Baghaei, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Iran untuk melindungi kepentingan nasionalnya di kawasan strategis tersebut. Amerika Serikat dan Iran telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang dimediasi Pakistan pada bulan lalu.

Penandatanganan MoU tersebuty bertujuan untuk mengakhiri konflik dan membuka jalan menuju perjanjian damai jangka panjang. Namun, ketegangan kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir akibat sengketa terkait Selat Hormuz.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....