ASEAN Desak AS dan Iran Tahan Diri demi Perdamaian
- 22 Jul 2026 14:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- ASEAN mendesak Amerika Serikat dan Iran menahan diri serta mengedepankan dialog dan diplomasi karena eskalasi konflik dinilai menghambat upaya perdamaian di Timur Tengah.
- Konflik tetap berlanjut meski telah ada MoU yang dimediasi Pakistan, dengan Amerika Serikat melanjutkan serangan militernya dan Iran membalas dengan menyerang aset serta pangkalan militer AS di kawasan.
- Pakistan dan Qatar terus memediasi kedua pihak melalui proposal yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan blokade pelabuhan Iran, dan penghentian sanksi terhadap ekspor minyak Iran.
RRI.CO.ID, Manila — ASEAN mendesak Amerika Serikat dan Iran untuk menahan diri di tengah konflik yang kembali memanas di Timur Tengah. Seruan tersebut disampaikan dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN di Manila, Filipina, dilansir dari Anadolu, Rabu, 22 Juli 2026.
Dalam komunike bersama, ASEAN menyampaikan keprihatinan atas memburuknya situasi di Timur Tengah. Organisasi tersebut menyoroti kembalinya permusuhan antara Amerika Serikat dan Iran.
Organisasi tersebut menilai eskalasi konflik telah menghambat upaya para mediator serta mengurangi peluang penyelesaian melalui dialog dan diplomasi. ASEAN menyerukan seluruh pihak yang terlibat untuk menunjukkan pengendalian diri dan menghindari tindakan yang dapat memperburuk situasi.
ASEAN juga menegaskan pentingnya menjaga perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran kawasan dengan tetap menjunjung tinggi hukum internasional. Selain itu, ASEAN kembali menekankan bahwa dialog dan diplomasi merupakan jalan terbaik untuk menyelesaikan konflik.
Organisasi tersebut juga menyerukan penghentian permusuhan secara menyeluruh dan segera di seluruh kawasan Timur Tengah. Seruan itu disampaikan di tengah masih berlangsungnya saling serang antara Amerika Serikat dan Iran.
Meski demikian, kedua negara telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang dimediasi Pakistan pada Juni lalu. Kesepakatan tersebut bertujuan mengakhiri konflik dan membuka jalan menuju perdamaian jangka panjang.
Pakistan dan Qatar terus berperan sebagai mediator utama dengan mendorong kedua pihak menghentikan serangan. Namun, Amerika Serikat melanjutkan serangan militernya terhadap Iran hingga memasuki hari ke-10 pada Selasa, 21 Juli 2026.
Serangan tersebut kemudian dibalas Teheran dengan serangan terhadap sejumlah aset dan pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Di sisi lain, Islamabad dan Doha juga mengajukan proposal bersama kepada Teheran dan Washington.
Usulan tersebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Proposal tersebut juga menyerukan penghentian sanksi terhadap ekspor minyak Iran sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....