Menlu AS dan Rusia Bahas Peluang Akhiri Perang Ukraina
- 23 Jul 2026 15:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov membahas hubungan bilateral serta peluang menghidupkan kembali upaya penyelesaian perang Rusia-Ukraina di sela Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN.
- Rubio menegaskan Amerika Serikat masih siap berperan dalam mengakhiri konflik dan menilai hubungan dengan Rusia perlu tetap dipertahankan meski upaya mediasi sempat meredup.
- Peluang dimulainya kembali pembicaraan damai muncul saat Ukraina mencatat kemajuan di medan perang, meski perselisihan internal di sektor pertahanan dan perombakan besar pemerintahan menjadi tantangan.
RRI.CO.ID, Manila - Menteri Luar (Menlu) Negeri Amerika Serikat Marco Rubio bertemu Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di Manila, Filipina. Pertemuan tersebut dilakukan di sela-sela Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN, dilansir dari AP News, Kamis, 23 Juli 2026.
Pertemuan tersebut difokuskan pada upaya menghidupkan kembali peluang penyelesaian perang Rusia dan Ukraina. Departemen Luar Negeri Amerika menyatakan Rubio dan Lavrov membahas hubungan bilateral kedua negara serta perlunya mengakhiri perang Rusia-Ukraina.
“Mereka membahas hubungan Amerika Serikat dan Rusia serta perlunya mengakhiri perang Rusia-Ukraina,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan. Namun, pemerintah Rusia belum mengeluarkan keterangan resmi mengenai isi pembicaraan tersebut, sementara Lavrov mengabaikan pertanyaan wartawan usai pertemuan.
Ia mengakui upaya mediasi Washington sempat meredup dalam beberapa bulan terakhir. Namun, Rubio menegaskan hubungan dengan Rusia tetap perlu dipertahankan karena kedua negara merupakan kekuatan nuklir terbesar di dunia.
Lavrov sebelumnya menyatakan akan membahas pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut penyelesaian perang Ukraina semakin dekat. Harapan dimulainya kembali pembicaraan damai muncul ketika Ukraina mencatat kemajuan di medan perang.
Namun, perselisihan di kalangan pimpinan pertahanan masih menjadi tantangan bagi upaya tersebut. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy juga melakukan perombakan besar dalam pemerintahan dan jajaran militer.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....