Presiden Rusia Tolak Usulan Ukraina Batasi Serangan Jarak Jauh
- 30 Jun 2026 15:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan Rusia akan melanjutkan operasi militer di Ukraina dan tetap berupaya menguasai empat wilayah yang diklaim sebagai bagian dari Rusia.
- Putin menolak usulan Ukraina untuk membatasi serangan jarak jauh karena dinilai hanya akan memberi kesempatan Kyiv memperkuat kembali pasukannya.
- Putin membuka peluang kelanjutan diplomasi yang dimediasi Amerika Serikat dan menyebut Belarus dapat berperan dalam proses perdamaian, meski hingga kini belum ada kesepakatan resmi.
RRI.CO.ID, Moskow — Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan Moskow akan melanjutkan operasi militer di Ukraina. Ia juga menambahkan, Rusia tetap berupaya menguasai sepenuhnya empat wilayah yang diklaim sebagai bagian dari negara tersebut.
Melansir dari Kyiv Post, Selasa, 30 Juni 2026, pernyataan tersebut disampaikan Putin dalam wawancara dengan televisi pemerintah Rusia. Dalam wawancara tersebut, Putin menolak usulan Ukraina untuk membatasi serangan jarak jauh sebagai bagian dari upaya meredakan konflik.
Menurutnya, langkah tersebut hanya akan mengurangi tekanan terhadap pasukan Ukraina di garis depan. Ia juga mengatakan, serangan balasan Rusia memiliki dampak lebih besar dan merusak dibandingkan serangan yang dilakukan Ukraina.
Putin mengatakan, jeda pertempuran hanya akan memberi kesempatan Kyiv untuk menyusun kembali kekuatan. Ia menegaskan, menyelamatkan pemerintahan Ukraina bukan merupakan tujuan Rusia.
Putin turut menyatakan harapan agar upaya diplomasi yang dipimpin Amerika Serikat dapat kembali berlanjut setelah ketegangan terkait Iran mereda. Ia menyebut, utusan Amerika Serikat Steve Witkoff dan Jared Kushner berpotensi kembali terlibat dalam pembahasan untuk mengakhiri perang.
Menurutnya, pembicaraan sebelumnya dengan Washington telah membahas sejumlah kemungkinan penyelesaian konflik. Meski demikian, pembicaraan tersebut belum menghasilkan kesepakatan resmi.
Putin juga menyebut Presiden Belarus Alexander Lukashenko dapat berperan dalam proses perdamaian. Sementara itu, Ukraina terus berupaya mendorong dimulainya perundingan damai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....