Menlu Rusia Desak Kejelasan Peran AS dalam Penyelesaian Konflik Ukraina
- 27 Jun 2026 13:13 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sergey Lavrov mendesak Amerika Serikat memperjelas perannya sebagai mediator dalam penyelesaian konflik Ukraina dan mengkritik pernyataan Washington yang dinilai tidak konsisten terkait hasil pertemuan di Alaska.
- Rusia menegaskan pertemuan Putin dan Trump di Alaska menghasilkan kesepahaman, setelah proposal perdamaian AS disebut telah diterima Moskow, berbeda dengan klaim Marco Rubio yang menyatakan tidak ada kesepakatan.
- Perbedaan pandangan antara Moskow dan Washington terus mencuat, sementara sejumlah pemimpin Eropa mengunjungi Washington untuk membahas kerangka baru perdamaian Ukraina bersama Presiden Donald Trump.
RRI.CO.ID, Moskow — Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mendesak kejelasan mengenai peran Amerika Serikat dalam upaya penyelesaian konflik Ukraina. Ia juga mengkritik pernyataan Washington yang dinilai saling bertentangan, dilansir dari PressTV dan Anadolu, Sabtu, 27 Juni 2026.
Pernyataan tersebut berkaitan dengan hasil pertemuan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Anchorage, Alaska. Lavrov menyampaikan pernyataan tersebut dalam jawaban tertulis kepada media.
Ia meminta transparansi mengenai langkah-langkah yang akan diambil Amerika Serikat. Menurutnya, kejelasan tersebut diperlukan karena Washington mengklaim berperan sebagai mediator dalam konflik Rusia-Ukraina.
Lavrov menjelaskan bahwa sebelum pertemuan di Alaska pada Agustus tahun lalu, Utusan Khusus Amerika Serikat Steve Witkoff berkunjung ke Moskow. Kunjungan tersebut bermaksud untuk menyampaikan sejumlah proposal perdamaian dari Trump kepada Putin.
Putin kemudian berjanji akan memberikan tanggapan resmi terhadap proposal tersebut dalam pertemuan di Alaska. Menurut Lavrov, proposal perdamaian itu dibahas secara menyeluruh selama pertemuan berlangsung dan diterima oleh pihak Rusia.
Ia menegaskan bahwa ketika satu pihak mengajukan usulan dan pihak lainnya menyatakan persetujuan, maka telah tercapai sebuah kesepakatan. Oleh karena itu, ia menilai pernyataan yang menyebut tidak ada kesepakatan dalam pertemuan tersebut tidak tepat.
Pernyataan Lavrov merupakan tanggapan terhadap Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio. Sebelumnya, Rubio menyatakan bahwa pertemuan di Alaska hanya menghasilkan proposal, bukan kesepakatan.
Rubio mengatakan apabila benar telah tercapai kesepakatan, perang di Ukraina seharusnya sudah berakhir. Ia juga menegaskan Amerika Serikat tetap siap memainkan peran konstruktif dalam proses perundingan damai.
Lavrov membantah pernyataan Rubio dan menegaskan bahwa Putin serta Trump telah menyepakati cara mengakhiri pertempuran di Ukraina. Ia juga mengatakan bahwa Trump dan Putin melanjutkan penyelesaian berbagai persoalan melalui meja perundingan.
Lavrov kembali mendesak adanya klarifikasi mengenai posisi Amerika Serikat sebagai mediator dalam konflik tersebut. Menurutnya, kejelasan sikap Washington penting untuk menjaga kredibilitas proses diplomasi yang sedang berlangsung.
Setelah pertemuan di Alaska, sejumlah pemimpin Eropa dilaporkan mengunjungi Washington. Kunjungan tersebut bertujuan untuk membahas kerangka baru perdamaian Ukraina bersama Presiden Trump.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....