ASEAN Evaluasi Langkah Myanmar Jalankan Kesepakatan Perdamaian

  • 22 Jul 2026 15:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • ASEAN akan meninjau pelaksanaan Konsensus Lima Poin Myanmar untuk mengevaluasi upaya penghentian kekerasan sejak kudeta militer 2021. Hasil evaluasi tersebut akan disampaikan dalam KTT ASEAN pada November mendatang.
  • ASEAN masih prihatin terhadap konflik dan krisis kemanusiaan di Myanmar, meskipun pemerintahan yang didukung militer telah terbentuk. Myanmar juga masih dibatasi keterlibatannya dalam pertemuan tingkat tinggi ASEAN.
  • ASEAN membahas upaya normalisasi hubungan dengan Myanmar melalui pertemuan informal dan komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk kelompok bersenjata etnis minoritas.

RRI.CO.ID, Manila — ASEAN akan melakukan peninjauan menyeluruh terhadap pelaksanaan Konsensus Lima Poin oleh Myanmar. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengakhiri kekerasan sejak kudeta militer 2021, dilansir dari Kyodo News, Rabu, 22 Juli 2026.

Rencana tersebut tercantum dalam rancangan komunike bersama para menteri luar negeri ASEAN. Hasil evaluasi pelaksanaan konsensus itu akan disampaikan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN November mendatang.

Langkah tersebut dilakukan setelah ASEAN masih membatasi keterlibatan pemimpin dan menteri Myanmar dalam pertemuan tingkat tinggi organisasi tersebut. Dalam pertemuan para menteri luar negeri ASEAN di Manila, Myanmar kembali hanya diwakili oleh seorang sekretaris tetap nonpolitik.

Para menteri luar negeri ASEAN menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap konflik yang masih berlangsung di Myanmar. Mereka juga menyoroti memburuknya kondisi kemanusiaan di negara tersebut.

Kekhawatiran tersebut tetap muncul meskipun pemerintahan yang didukung militer telah dibentuk pada April setelah pemilu yang diselenggarakan junta. Pertemuan ASEAN di Manila juga membahas upaya normalisasi hubungan dengan Myanmar.

Menteri Luar Negeri Filipina Maria Theresa Lazaro menyampaikan hasil pertemuan informal antara Menteri Luar Negeri Myanmar dan sejumlah anggota ASEAN. Pertemuan tersebut berlangsung di Thailand pada 12 Juli.

Dalam pertemuan tersebut, para pihak membahas cara ASEAN menilai perkembangan situasi di Myanmar. Lazaro juga memberikan laporan mengenai keterlibatannya dengan berbagai pihak dalam krisis politik Myanmar.

Keterlibatan tersebut mencakup komunikasi dengan kelompok bersenjata etnis minoritas serta penilaiannya terhadap kondisi terkini di lapangan. Juru bicara Filipina Dominic Xavier Imperial mengatakan ASEAN berharap Myanmar dapat kembali berpartisipasi dalam forum organisasi tersebut.

Namun, ia menyebut negara-negara anggota ASEAN masih mencari cara untuk mencapai hal tersebut. Selain membahas Myanmar, para menteri luar negeri ASEAN juga membicarakan konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....