Dubes Wang: Tiongkok Dukung Rekonsiliasi dan Stabilitas Myanmar
- 16 Jul 2026 16:43 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tiongkok berkomitmen untuk mendukung rekonsiliasi dan stabilitas Myanmar, di tengah krisis yang masih berlangsung di negara itu.
- Myanmar dinilai menunjukkan niat positif untuk kembali berperan di ASEAN khususnya setelah menggelar pemilihan umum pada Desember 2025 dan Januari 2026.
- Namun, negara-negara anggota ASEAN memiliki peran penting untuk dimainkan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Tiongkok berkomitmen untuk mendukung rekonsiliasi dan stabilitas Myanmar, di tengah krisis yang masih berlangsung di negara itu. Kata Duta Besar Tiongkok untuk ASEAN, Wang Qing dalam pertemuan dengan media dan think tank, Rabu, 15 Juli 2026, di Jakarta.
“Ya, setelah pemilihan umum di Myanmar, kami terus mengikuti perkembangannya dengan saksama. Kami juga mengirimkan pengamat ke sana, dan kami menilai bahwa ini merupakan langkah baru bagi Myanmar menuju rekonsiliasi dan stabilitas,” ujarnya menambahkan.
Menurut Wang, bagi Tiongkok keterlibatan akan lebih bermanfaat dibandingkan pengucilan atau pemblokiran. Hal itu pula yang disebut menjadi dasar kunjungan Menlu Wang Yi ke Myanmar setelah pemilihan umum dan mengundang Presiden Myanmar ke Tiongkok Juni lalu.
Wang memastikan Tiongkok terus terus mendukung Myanmar dalam mencari jalan menuju rekonsiliasi dan stabilitas. Namun, di saat yang bersamaan ia mengharapkan negara-negara di kawasan dapat meningkatkan keterlibatan dengan Myanmar.
“Melalui keterlibatan tersebut, saya yakin negara-negara kawasan dapat menemukan solusi yang lebih baik bagi penyelesaian politik di Myanmar. Serta, membantu Myanmar kembali ke keluarga besar ASEAN secepat mungkin,” kata Wang menekankan.
Myanmar dinilai menunjukkan niat positif untuk kembali berperan di ASEAN khususnya setelah menggelar pemilihan umum pada Desember 2025 dan Januari 2026. Selain, 10 negara anggota ASEAN lainnya diharapkan pula melakukan berbagai langkah untuk mendorong Myanmar terus bergerak maju.
“Saya berharap kedua belah pihak dapat saling mendekat dan bertemu di tengah jalan. Sehingga bersama-sama dapat menemukan solusi atas persoalan Myanmar,” ucapnya.
Meski, Tiongkok sepenuhnya mendukung kedaulatan dan integritas wilayah dan untuk berpartisipasi dalam berbagai urusan internasional dan lembaga-lembaga internasional. Namun, negara-negara anggota ASEAN memiliki peran penting untuk dimainkan.
“Namun, Myanmar adalah negara anggota ASEAN, oleh karena itu, negara-negara ASEAN juga memiliki peran penting untuk dimainkan. Dengan upaya bersama tersebut, saya optimistis kita akan melihat hasil yang lebih baik di masa mendatang,” kata Wang menegaskan.
Sebelumnya, Pertemuan Informal Para Menlu ASEAN dengan Myanmar digelar di Bangkok, Tailan, Minggu, 12 Juli 2026. Pertemuan ini diinisiasi oleh Filipina selaku Ketua ASEAN 2026, bekerja sama dengan Tailan sebagai tuan rumah.
Pertemuan merupakan tindak lanjut dari pembahasan pada KTT ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina, dan Pertemuan Menlu ASEAN secara daring pada 21 Mei 2026. Serta tindak lanjut dari kunjungan Menlu RI ke Nay Pyi Taw pada 8 Juni 2026.
Pertemuan bertujuan memperoleh perkembangan terkini di Myanmar, sekaligus mengidentifikasi langkah ASEAN selanjutnya. Guna mendorong implementasi konkret Five-Point Consensus (5PC) sebagai kerangka utama ASEAN dalam mendukung penyelesaian damai di Myanmar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....