Menlu ASEAN Bahas Rekonsiliasi Myanmar dalam Pertemuan Bangkok
- 11 Jul 2026 14:12 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri luar negeri ASEAN akan menggelar pertemuan informal dengan Myanmar di Bangkok pada 12 Juli 2026 untuk membahas hubungan dan situasi di Myanmar.
- Pemerintah baru Myanmar yang didukung militer berupaya memperkuat hubungan dengan ASEAN dan mencabut larangan terhadap para pemimpinnya yang sebelumnya dikesampingkan dari pertemuan puncak ASEAN.
- Pertemuan ini dipandang sebagai upaya menjaga dialog dan mendorong rekonsiliasi di tengah konflik berkepanjangan di Myanmar yang telah menewaskan lebih dari 100.000 orang dan menyebabkan jutaan warga mengungsi.
RRI.CO.ID, Bangkok — Menteri luar negeri negara-negara anggota ASEAN akan mengadakan pertemuan informal dengan mitra dari Myanmar. Pertemuan tersebut akan dilaksanakan di Bangkok pada Minggu, 12 Juli 2026.
Melansir dari Bangkok Post, rencana pertemuan tersebut diumumkan oleh Thailand dan Vietnam pada Kamis, 10 Juli 2026. Pertemuan ini berlangsung di tengah upaya pemerintahan baru Myanmar yang didukung militer untuk memperkuat hubungan dengan ASEAN.
Pemerintahan tersebut terbentuk setelah pemilihan umum awal tahun ini. Kini, pemerintah Myanmar berupaya mencabut larangan terhadap para pemimpinnya yang sebelumnya dikesampingkan dari pertemuan puncak ASEAN.
Pertemuan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat kerja sama dan mendorong dialog rekonsiliasi di Myanmar. Kementerian Luar Negeri Thailand turut mengonfirmasi agenda pertemuan tersebut melalui jadwal konferensi pers rutin.
Thailand selama ini mendorong peningkatan keterlibatan ASEAN dengan pemerintahan baru di Naypyidaw. Perang saudara di Myanmar melibatkan berbagai kelompok bersenjata yang berperang melawan militer.
Konflik tersebut telah menghancurkan sebagian besar wilayah negara tersebut, menewaskan lebih dari 100.000 orang, dan menyebabkan jutaan warga mengungsi. Pada pertemuan puncak ASEAN bulan Mei, para menteri luar negeri sepakat untuk mengadakan pertemuan virtual dengan diplomat tertinggi Myanmar.
Pertemuan tersebut akan dilakukan pada waktu yang belum ditentukan. Kesepakatan tersebut merupakan bagian dari dorongan Thailand untuk membuka jalur komunikasi yang lebih luas dengan pemerintahan baru Myanmar.
ASEAN sebelumnya mengambil jarak dari junta Myanmar setelah para pemimpin militer gagal melaksanakan rencana perdamaian blok tersebut. Rencana perdamaian itu dikenal sebagai “konsensus lima poin”.
Namun, sejumlah negara anggota ASEAN belakangan mulai mengubah pendekatan mereka terhadap Myanmar. Pertemuan di Bangkok dipandang sebagai upaya menjaga dialog dan mencari jalan rekonsiliasi di tengah konflik yang masih berlangsung.
Mantan kepala junta Myanmar yang kini menjadi presiden, Min Aung Hlaing, juga melakukan kunjungan kenegaraan ke Laos pekan lalu. Kunjungan tersebut merupakan perjalanan pertamanya ke negara anggota ASEAN sejak menjalankan peran barunya sebagai pemimpin sipil.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....