Lebanon-Israel Capai Kemajuan dalam Perundingan Zona Percontohan di Roma
- 16 Jul 2026 12:44 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pembicaraan yang dimediasi Amerika Serikat menghasilkan kesepakatan awal mengenai penerapan proyek "zona percontohan" yang dapat membuka jalan bagi penarikan sebagian pasukan Israel dari Lebanon selatan.
- Kesepakatan meliputi pelucutan senjata kelompok bersenjata yang diduga merujuk pada Hizbullah, pengerahan pasukan Lebanon ke wilayah selatan, serta penarikan bertahap pasukan Israel dari wilayah yang masih didudukinya.
- Lebanon mendesak Israel segera menarik pasukannya, sementara Israel menyatakan akan tetap mempertahankan kehadiran militernya di Lebanon selatan selama Hizbullah masih bersenjata.
RRI.CO.ID, Roma — Lebanon dan Israel menyelesaikan pembicaraan yang dimediasi Amerika Serikat di Roma pada Rabu, 15 Juli 2026. Perundingan tersebut membahas penerapan proyek "zona percontohan" di Lebanon Selatan, dilansir dari Reuters.
Zona tersebut dapat membuka jalan bagi penarikan sebagian pasukan Israel dalam beberapa hari mendatang. Seorang pejabat AS menyatakan kedua pihak berhasil mencapai kemajuan dalam negosiasi dua hari di Kedutaan Besar AS di Roma.
Pertemuan setingkat duta besar itu merupakan putaran keenam perundingan tatap muka antara Lebanon dan Israel. Perundingan tersebut telah berlangsung sejak perang baru antara Israel dan kelompok Hizbullah pecah pada 2 Maret.
Pembicaraan mengacu pada kesepakatan kerangka kerja yang dimediasi AS pada 26 Juni. Dalam kesepakatan tersebut, Lebanon dan Israel sepakat melaksanakan proyek "zona percontohan" di Lebanon selatan.
Proyek itu mencakup pelucutan senjata kelompok-kelompok bersenjata yang diduga merujuk pada Hizbullah, serta pengerahan pasukan Lebanon ke wilayah selatan. Kesepakatan itu juga mengatur penarikan bertahap pasukan Israel dari wilayah Lebanon yang masih didudukinya.
Pejabat AS menggambarkan perundingan tersebut berlangsung "produktif dan positif". Kedua pihak menyepakati struktur dan pedoman pelaksanaan proyek zona percontohan yang akan difinalisasi dan mulai diterapkan beberapa hari ke depan.
Selanjutnya, pembicaraan akan memasuki tahap teknis untuk mengimplementasikan kesepakatan tersebut dengan tujuan mencapai kesepakatan komprehensif antara Lebanon dan Israel. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Lebanon maupun Israel terkait hasil perundingan tersebut.
Israel masih mempertahankan apa yang disebutnya sebagai zona penyangga sekitar 10 kilometer di wilayah Lebanon selatan. Pemerintah Israel menyatakan keberadaan pasukan di kawasan tersebut diperlukan untuk melindungi wilayah Israel utara dari serangan Hizbullah.
Sementara itu, Lebanon mendesak agar penarikan pasukan dilakukan secepatnya. Di sisi lain, Israel menegaskan pasukannya akan tetap berada di Lebanon selatan selama Hizbullah masih bersenjata.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....