IOM: Lebih dari 640 Ribu Pengungsi Lebanon Telah Kembali ke Rumah

  • 04 Jul 2026 15:48 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Lebih dari 640.000 pengungsi Lebanon telah kembali ke rumah setelah gencatan senjata antara Hezbollah dan Israel mulai berlaku pada 21 Juni, menurut IOM.
  • Konflik sebelumnya menyebabkan lebih dari 1 juta orang mengungsi dan menewaskan sekitar 4.300 orang, dengan Israel masih mempertahankan kehadiran militer di Lebanon selatan.
  • Kesepakatan yang didukung AS mencakup pelucutan Hezbollah, penarikan bertahap Israel, dan pengerahan tentara Lebanon, namun sejumlah wilayah perbatasan masih belum dapat dihuni karena kerusakan parah.

RRI.CO.ID, Beirut — Lebih dari 640.000 warga Lebanon yang mengungsi telah kembali ke rumah mereka setelah bentrokan antara Hezbollah dan Israel mereda. Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) menyatakan kepulangan tersebut terjadi setelah gencatan senjata mulai berlaku pada 21 Juni.

IOM mencatat sebanyak 646.107 pengungsi internal telah kembali berdasarkan data yang dihimpun bersama otoritas setempat sejak 22 Juni. Meski demikian, sekitar 500.000 warga lainnya masih berada di pengungsian, dilansir dari Arab News, Sabtu, 4 Juli 2026.

Lebanon terseret ke dalam perang regional pada 2 Maret setelah Hezbollah meluncurkan roket ke Israel. Peluncuran roket tersebut dilakukan sebagai respons atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.

Israel kemudian membalas dengan serangan udara dan invasi ke Lebanon Selatan. Sementara itu, pasukannya hingga kini masih menduduki sebagian wilayah di kawasan tersebut.

Pemerintah Lebanon menyatakan serangan Israel telah menewaskan sekitar 4.300 orang dan memaksa lebih dari satu juta warga mengungsi. Pemerintah juga mulai membongkar permukiman tenda darurat di Beirut dan sekitarnya serta mengurangi jumlah tempat penampungan resmi.

Namun, puluhan kota dan desa di dekat perbatasan selatan masih belum dapat dihuni karena mengalami kerusakan yang sangat parah. Di sisi lain, Israel menegaskan akan tetap berada di zona keamanan sedalam 10 kilometer meskipun gencatan senjata diberlakukan.

Pekan lalu, Lebanon dan Israel menyepakati kerangka kerja yang didukung Amerika Serikat untuk mengakhiri perang secara permanen. Kesepakatan tersebut mengatur pelucutan senjata Hezbollah, penarikan bertahap pasukan Israel, serta pengerahan tentara Lebanon ke wilayah selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....