PBB Peringatkan Dampak Kemanusiaan dari Eskalasi AS-Iran

  • 15 Jul 2026 18:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PBB memperingatkan eskalasi konflik AS-Iran berdampak besar terhadap warga sipil, dengan risiko memperburuk ketidakstabilan regional dan mengancam hak asasi manusia di kawasan Timur Tengah.
  • Volker Turk mendesak AS dan Iran menahan diri setelah serangan militer kembali terjadi, yang dinilai dapat menghambat upaya perdamaian serta mengancam keberlangsungan kesepakatan MoU sebelumnya.
  • Gangguan terhadap Selat Hormuz berpotensi memicu krisis kemanusiaan global, terutama karena jalur tersebut berperan penting dalam distribusi makanan, obat-obatan, energi, dan komoditas penting lainnya.

RRI.CO.ID, Jenewa — Komisaris Tinggi PBB untuk HAM Volker Turk mengatakan, kembalinya permusuhan Amerika Serikat dan Iran berdampak besar terhadap warga sipil. Menurutnya, situasi tersebut sebagai kemunduran besar bagi masyarakat di kawasan Timur Tengah, dilansir dari Reuters, Rabu, 15 Juli 2026.

Turk memperingatkan konflik tersebut dapat mengganggu aliran makanan, obat-obatan, dan kebutuhan pokok lainnya. Dalam pernyataannya, Turk menilai eskalasi militer antara kedua negara telah merusak upaya perdamaian dan memperdalam ketidakstabilan regional.

Menurutnya, situasi tersebut juga membawa risiko serius terhadap hak asasi manusia di seluruh kawasan. Turk mendesak Amerika Serikat dan Iran untuk menahan diri serta menghindari peningkatan konflik yang lebih luas.

Ia menyebut kembalinya permusuhan di Timur Tengah sebagai pukulan besar bagi warga sipil, baik di kawasan maupun di luar kawasan. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran selama lima jam.

Operasi tersebut berlangsung di tengah persaingan kendali atas Selat Hormuz, yang sebelumnya disebut Iran telah ditutup. Meningkatnya ketegangan antara kedua negara juga menimbulkan keraguan terhadap keberlangsungan MoU yang ditandatangani bulan lalu.

Kesepakatan tersebut sebelumnya diharapkan dapat membuka jalan menuju penghentian perang secara permanen. Turk turut memperingatkan dampak kemanusiaan akibat kemungkinan gangguan terhadap Selat Hormuz.

Menurutnya, jalur pelayaran tersebut merupakan jalur penting yang menjadi sandaran bagi jutaan orang di dunia. Ia menegaskan gangguan terhadap distribusi makanan, obat-obatan, dan komoditas penting lainnya dapat menimbulkan dampak serius.

Kondisi tersebut berpotensi memicu konsekuensi sosial, ekonomi, dan kemanusiaan di berbagai wilayah. Turk mengatakan bahwa dampak tersebut tidak hanya dirasakan di kawasan Timur Tengah, tetapi juga dapat memengaruhi situasi global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....