Pakistan Serukan Iran-AS Tetap Komitmen pada MoU Islamabad

  • 11 Jul 2026 13:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pakistan mendesak Iran dan AS tetap berkomitmen pada MoU Islamabad sebagai kerangka perdamaian dan penyelesaian isu nuklir Iran melalui jalur diplomasi.
  • Pakistan menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan regional dan meminta semua pihak menahan diri agar stabilitas kawasan tidak semakin terganggu.
  • Pakistan menilai dialog dan negosiasi sebagai satu-satunya jalan yang layak, serta mendukung kelanjutan pembicaraan tingkat ahli dan keterlibatan konstruktif antara Iran dan AS.

RRI.CO.ID, Islamabad — Pakistan mendesak Iran dan Amerika Serikat untuk tetap berkomitmen pada kesepakatan kerangka perdamaian yang dikenal sebagai MoU Islamabad. Seruan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan regional dan kekhawatiran terhadap kelanjutan proses diplomatik terkait isu nuklir Iran.

Duta Besar Pakistan untuk PBB Asim Iftikhar Ahmad menyampaikan keprihatinan atas eskalasi ketegangan di kawasan. Hal tersebut disampaikan sidang Dewan Keamanan PBB pada Jumat, 10 Juli 2026, dilansir dari Anadolu.

Ia menilai situasi tersebut tidak menguntungkan pihak mana pun dan berpotensi mengganggu stabilitas regional maupun internasional. “Pakistan menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi ketegangan di kawasan, yang tidak menguntungkan siapa pun,” kata Ahmad.

Ahmad menegaskan bahwa siklus kekerasan dan ketidakstabilan harus diakhiri demi menjaga perdamaian, keamanan, dan kemakmuran bersama. Ahmad juga meminta semua pihak untuk menahan diri dari tindakan yang dapat memperburuk situasi.

Menurutnya, keterlibatan berkelanjutan, dialog, dan diplomasi merupakan satu-satunya jalan untuk mencapai stabilitas di kawasan. Pakistan kembali menyatakan dukungannya terhadap penyelesaian damai isu nuklir Iran melalui negosiasi dan dialog berkelanjutan.

Ahmad menegaskan bahwa diplomasi harus tetap menjadi prinsip utama dalam penyelesaian semua isu yang dipersengketakan. Menyoroti kesepakatan kerangka, Ahmad menyebut perjanjian tersebut sebagai “peta jalan yang layak” untuk menyelesaikan perselisihan melalui negosiasi.

Ia menekankan bahwa kedua pihak telah sepakat mencari penyelesaian yang dapat diterima bersama. Menurut Ahmad, setiap gangguan terhadap proses diplomatik akan semakin mempersulit penyelesaian masalah.

Oleh karena itu, Pakistan meminta Iran dan AS menghormati komitmen mereka dalam memorandum tersebut. Ia menambahkan bahwa memorandum itu dapat menjadi landasan bagi saling pengertian, saling menghormati, dan kemakmuran bersama di kawasan.

Pakistan juga mengaku telah bekerja sama dengan mitra internasional untuk mendukung deeskalasi, inisiatif gencatan senjata, dan stabilitas regional. Islamabad menyambut baik pembicaraan tingkat ahli yang telah berlangsung di bawah perjanjian tersebut.

Ahmad mengatakan bahwa beberapa kemajuan telah dicapai dan Pakistan berharap keterlibatan konstruktif antara para pihak dapat terus berlanjut. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan Iran telah meminta untuk melanjutkan pembicaraan dan Amerika Serikat telah menyetujuinya.

Namun, Trump juga menegaskan bahwa gencatan senjata yang dicapai bulan lalu antara kedua negara telah berakhir. Pernyataan Pakistan menegaskan pentingnya menjaga jalur diplomatik tetap terbuka di tengah ketegangan yang meningkat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....