Trump Pastikan AS Lanjutkan Perundingan dengan Iran
- 11 Jul 2026 16:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Trump menyatakan AS menyetujui permintaan Iran untuk melanjutkan perundingan, tetapi menegaskan bahwa gencatan senjata antara kedua negara telah berakhir.
- Ketegangan meningkat setelah serangan terhadap kapal tanker komersial, yang memicu serangan AS ke sejumlah lokasi di Iran dan balasan Iran terhadap instalasi militer AS.
- Qatar berperan sebagai mediator dengan mengadakan pembicaraan bersama pejabat Iran untuk mendorong deeskalasi dan membahas navigasi di Selat Hormuz, jalur penting bagi perdagangan minyak global.
RRI.CO.ID, Washington — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan, Iran telah meminta melanjutkan perundingan dan Amerika Serikat menyetujui permintaan tersebut. Namun, Trump mengatakan, gencatan senjata antara kedua negara telah berakhir, dilansir dari NBC News, Sabtu, 11 Juli 2026.
Pernyataan itu disampaikan Trump melalui unggahan di platform Truth Social pada Jumat, 10 Juli 2026. Dalam unggahannya, ia mengatakan, AS telah memberi tahu Iran secara tegas bahwa gencatan senjata sudah tidak berlaku lagi.
Komentar Trump muncul setelah tiga kapal tanker komersial milik Qatar dan Arab Saudi menjadi sasaran serangan pada pekan ini. Insiden tersebut mendorong Amerika Serikat menyerang sejumlah lokasi di Iran, yang kemudian dibalas Iran menyerang instalasi militer AS.
Di tengah ketegangan tersebut, perunding Qatar bertemu dengan pejabat Iran pada Jumat, 10 Juli 2026 untuk mengupayakan deeskalasi. Pertemuan itu juga membahas navigasi melalui Selat Hormuz, jalur pelayaran penting bagi perdagangan minyak global.
Pembicaraan di Iran bertujuan membahas pelaksanaan nota kesepahaman antara AS dan Iran. Pembahasan juga mencakup isu-isu yang memicu eskalasi terbaru antara Washington dan Teheran, termasuk perselisihan mengenai navigasi di Selat Hormuz.
Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan delegasi Qatar mengunjungi Iran dalam upaya yang bertujuan memperkuat peran Doha sebagai mediator. Kunjungan ini terjadi setelah Qatar menuduh Iran terkait dugaan insiden di Selat Hormuz.
Harga minyak melemah pada Jumat, tetapi masih berada di jalur kenaikan mingguan sekitar 5 persen setelah ketegangan meningkat. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar energi global tetap sensitif terhadap perkembangan situasi keamanan di kawasan Teluk.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....