Ketegangan di Selat Hormuz Dorong Kenaikan Premi Asuransi Kapal
- 11 Jul 2026 17:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tarif asuransi risiko perang untuk kapal di Selat Hormuz kembali naik akibat meningkatnya eskalasi militer dan kekhawatiran pasar terhadap keamanan pelayaran di jalur perdagangan minyak strategis tersebut.
- Premi asuransi risiko perang lambung kapal kini mencapai sekitar 5 persen dari nilai kapal untuk pelayaran melalui Selat Hormuz, naik dari sekitar 2 persen setelah penandatanganan MoU AS-Iran pada Juni 2026.
- IMO mengimbau kapal menghindari pelayaran melalui Selat Hormuz sampai keselamatan dan keamanan awak kapal dapat dipastikan, menegaskan bahwa jalur perairan tersebut masih menghadapi risiko keamanan yang tinggi.
RRI.CO.ID, Teheran — Tarif asuransi risiko perang untuk kapal yang melintasi Selat Hormuz kembali meningkat di tengah eskalasi militer terbaru di kawasan. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap keamanan pelayaran di salah satu jalur perdagangan minyak paling strategis di dunia.
Pakar asuransi maritim Neil Roberts mengatakan bahwa tarif risiko perang bergerak mengikuti perubahan tingkat risiko di kawasan. Menurutnya, tarif asuransi sempat melunak setelah nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran ditandatangani pada Juni 2026.
Kesepakatan tersebut untuk sementara meredakan permusuhan dan menurunkan premi risiko perang menjadi sekitar 2 persen. Namun, serangan terhadap tiga kapal komersial pekan ini membalikkan tren tersebut, dilansir dari Xinhua, Sabtu, 11 Juli 2026.
Roberts menyatakan bahwa kenaikan tarif kembali terjadi setelah insiden tersebut meningkatkan persepsi risiko di Selat Hormuz. Perkiraan pasar menunjukkan pemilik kapal kini menghadapi premi asuransi risiko perang lambung kapal sekitar 5 persen dari nilai kapal.
Premi tersebut berlaku untuk pelayaran melalui Selat Hormuz dan mulai dipandang sebagai standar baru di pasar asuransi maritim. Sebelumnya, pada awal konflik, premi risiko perang sempat melonjak hingga 10 persen sebelum kemudian menurun.
Penurunan itu terjadi setelah adanya harapan bahwa situasi keamanan akan membaik pasca penandatanganan MoU antara AS dan Iran. Roberts juga mencatat bahwa permintaan informasi dari pemilik kapal dan pialang meningkat setelah MoU diumumkan.
Hal tersebut menunjukkan bahwa pelaku industri pelayaran sempat optimistis terhadap perbaikan kondisi keamanan di kawasan. Namun, sumber pasar lain menyatakan bahwa serangan terhadap tiga kapal komersial telah menghapus optimisme tersebut.
Akibatnya, biaya asuransi kembali naik karena risiko terhadap kapal dan awak kapal dinilai meningkat. Roberts memperkirakan tingkat premi akan tetap sangat tidak pasti dalam waktu dekat.
Ia menilai kondisi pasar akan terus berubah-ubah mengingat volatilitas keamanan di kawasan yang masih berlangsung. Organisasi Maritim Internasional (IMO) pada Rabu, 8 Juli 2026 mengeluarkan imbauan agar kapal-kapal menghindari pelayaran melalui Selat Hormuz.
Imbauan tersebut berlaku sampai keselamatan dan keamanan awak kapal dapat dipastikan. Selain itu, imbauan tersebut juga menegaskan bahwa jalur perairan strategis ini masih menghadapi risiko keamanan yang tinggi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....