Iran Sebut Lalu Lintas Selat Hormuz Pulih 50 Persen
- 10 Jul 2026 13:23 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IRGC menegaskan penolakan terhadap keterlibatan asing di Selat Hormuz: Angkatan Laut IRGC menyatakan bahwa kekuatan asing tidak memiliki tempat di Selat Hormuz dan pengaturan rute pelayaran berada di bawah otoritas Iran.
- Iran memperingatkan intervensi AS dalam jalur pelayaran: IRGC menyebut setiap upaya militer AS untuk menentukan rute navigasi akan mendapat “respons yang menghancurkan” dan dapat mengganggu pembukaan kembali Selat Hormuz.
- Angkatan Laut IRGC mengklaim lalu lintas kapal telah dipulihkan hingga sekitar 50 persen dari tingkat sebelum perang, dengan peningkatan kapasitas bagi kapal-kapal yang memperoleh izin dari Iran.
RRI.CO.ID, Teheran — Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan bahwa kekuatan asing tidak memiliki tempat di Selat Hormuz. Pernyataan tersebut disampaikan pada Kamis, 9 Juli 2026, di tengah meningkatnya ketegangan terkait jalur pelayaran, dilansir dari Iran International.
IRGC memperingatkan bahwa setiap intervensi Amerika Serikat dalam penentuan jalur pelayaran akan mengganggu pembukaan kembali Selat Hormuz secara bertahap. IRGC juga menegaskan bahwa upaya militer AS untuk menentukan rute navigasi akan mendapat “respons yang menghancurkan”.
Angkatan Laut IRGC menyatakan lalu lintas kapal di Selat Hormuz telah dipulihkan hingga sekitar 50 persen dari sebelum perang. Selain itu, Iran disebut sedang meningkatkan kapasitas bagi kapal-kapal yang diizinkan menggunakan rute yang ditetapkan oleh Republik Islam Iran.
Menurut IRGC, kapal-kapal yang mematuhi peraturan keamanan dan memperoleh otorisasi dari dapat melintas melalui jalur yang telah ditentukan. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pengaturan rute pelayaran di Selat Hormuz berada di bawah otoritas Iran.
IRGC juga mengklaim telah menguasai Selat Hormuz dan memulihkan keamanan jalur perairan tersebut selama dua pekan terakhir. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran strategis yang menjadi rute utama perdagangan energi dunia.
Angkatan Laut IRGC kembali menegaskan bahwa “kekuatan asing tidak memiliki tempat di wilayah ini maupun di Selat Hormuz”. Iran juga memperingatkan bahwa setiap upaya campur tangan militer AS dalam penentuan rute navigasi akan dibalas dengan “respons tegas”.
IRGC menambahkan bahwa tindakan semacam itu dapat mengganggu proses pembukaan kembali Selat Hormuz secara bertahap. Menurut IRGC, tindakan tersebut juga dapat membahayakan kepentingan negara-negara yang bergantung pada selat itu untuk perdagangan maritim.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....