Ketua Parlemen Iran: Selat Hormuz Dibuka Sesuai Pengaturan Iran

  • 10 Jul 2026 13:19 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Iran menegaskan kendali atas pembukaan Selat Hormuz: Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf menyatakan bahwa Selat Hormuz hanya akan dibuka berdasarkan “pengaturan Iran”, bukan karena ancaman Amerika Serikat.
  • Peringatan keras terhadap Amerika Serikat: Qalibaf menilai tindakan intimidasi dan pelanggaran janji oleh AS tidak lagi dapat dilakukan tanpa konsekuensi. Ia juga menegaskan bahwa setiap serangan terhadap Iran akan mendapat balasan.
  • Ketegangan AS-Iran berpotensi mengganggu pelayaran internasional: Pernyataan Qalibaf muncul setelah gelombang baru serangan AS terhadap Iran dan konfirmasi CENTCOM mengenai operasi tambahan.

RRI.CO.ID, Teheran — Selat Hormuz hanya akan dibuka berdasarkan “pengaturan Iran”, bukan karena ancaman Amerika Serikat. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, dilansir dari Anadolu, Jumat, 10 Juli 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan pada Kamis, 9 Juli 2026, setelah gelombang baru serangan AS terhadap Iran. Ghalibaf menyampaikan sikap tersebut melalui platform media sosial X.

Ia menilai Amerika Serikat belum memahami bahwa tindakan intimidasi dan pelanggaran janji tidak lagi dapat dilakukan tanpa konsekuensi. “AS belum menyadari bahwa intimidasi dan pelanggaran janji tidak lagi datang tanpa konsekuensi,” tulis Ghalibaf.

Ghalibaf juga memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap Iran akan mendapat balasan. “Izinkan saya menjelaskan dengan tegas: Jika Anda menyerang, Anda akan diserang,” katanya.

Pernyataan Ghalibaf muncul setelah media Iran melaporkan adanya gelombang baru serangan AS pada Rabu malam, 8 Juli 2026. Serangan tersebut disebut menargetkan beberapa lokasi di wilayah selatan dan tenggara Iran.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) kemudian mengonfirmasi bahwa pasukan AS melancarkan serangan tambahan terhadap Iran. Menurut CENTCOM, operasi tersebut bertujuan untuk semakin melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran strategis paling penting bagi perdagangan energi dunia. Jalur ini menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab dan menjadi rute utama pengiriman minyak global.

Pernyataan Ghalibaf mengindikasikan bahwa Iran ingin mempertahankan pengaruhnya atas jalur perairan tersebut. Sementara itu, perbedaan sikap antara Iran dan AS menunjukkan bahwa ketegangan di kawasan masih berpotensi memengaruhi keamanan pelayaran internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....