Panas Ekstrem dan Kebakaran Hutan Picu Respons Darurat Prancis

  • 11 Jul 2026 13:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Prancis mengaktifkan rencana Orsec panas ekstrem sebagai langkah darurat menghadapi gelombang panas baru dan kenaikan suhu yang diperkirakan berlangsung hingga pekan depan.
  • Peringatan merah panas diterapkan di sembilan departemen pada 10 Juli 2026, dengan Météo-France memperkirakan perluasan peringatan menjadi 24 departemen, termasuk seluruh wilayah Île-de-France.
  • Gelombang panas berdampak pada kesehatan dan kebakaran hutan, dengan lebih dari 2.000 kematian berlebih pada Juni, sekitar 300 kematian pada akhir Mei, serta lebih dari 8.000 titik kebakaran yang membakar lebih dari 25.000 hektare lahan.

RRI.CO.ID, Paris — Pemerintah Prancis mengaktifkan rencana Orsec untuk menghadapi panas ekstrem. Langkah ini diambil seiring meningkatnya suhu dan gelombang panas baru yang diperkirakan berlangsung hingga pekan depan.

Langkah ini menjadi tindakan yang belum pernah dilakukan sebelumnya untuk menghadapi ancaman suhu tinggi di sejumlah wilayah negara tersebut. Rencana Orsec merupakan mekanisme tanggap darurat dan bantuan untuk kejadian luar biasa, dilansir dari Euro News.

Selama ini, rencana tersebut umumnya diaktifkan dalam kasus bencana alam seperti banjir. Pada Jumat, 10 Juli 2026 rencana Orsec panas ekstrem diterapkan di sembilan departemen yang berstatus peringatan merah panas.

Wilayah tersebut meliputi Morbihan, Ille-et-Vilaine, Mayenne, Sarthe, Loire-Atlantique, Vendée, Maine-et-Loire, Vienne, dan Deux-Sèvres. Juru bicara pemerintah Maud Bregeon menyatakan bahwa konsultasi, pertukaran informasi, dan persiapan telah dilakukan sebelum aktivasi rencana tersebut.

Badan prakiraan cuaca nasional Météo-France melaporkan bahwa sembilan departemen di wilayah barat Prancis berada dalam peringatan merah panas pada Jumat. Selain itu, 72 departemen lainnya ditempatkan dalam status peringatan oranye.

Météo-France juga memperkirakan peringatan merah akan diperluas menjadi 24 departemen mulai Sabtu pukul 12.00 waktu setempat. Perluasan tersebut mencakup seluruh departemen di wilayah Île-de-France.

Prancis saat ini menghadapi gelombang panas ketiga sejak Mei. Selain suhu ekstrem, kebakaran hutan juga terjadi di beberapa bagian negara itu selama sepekan terakhir.

Direktur Jenderal Keamanan Sipil Julien Marion mengatakan bahwa sejak awal tahun telah tercatat lebih dari 8.000 titik kebakaran di Prancis. Kebakaran tersebut diperkirakan telah membakar lebih dari 25.000 hektare lahan.

Data resmi menunjukkan bahwa gelombang panas pada Juni menyebabkan lebih dari 2.000 kematian berlebih di Prancis. Selain itu, suhu tinggi pada akhir Mei juga dikaitkan dengan sekitar 300 kematian berlebih.

Météo-France memperkirakan suhu tinggi akan terus berlanjut hingga Hari Bastille pada 14 Juli. Pemerintah Prancis pun memperkuat langkah mitigasi untuk mengurangi dampak kesehatan dan risiko kebakaran selama periode panas ekstrem tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....